Aksi Baru RMS “de Vijf” Untuk Pengaruhi Parlemen Belanda

Aksi Baru RMS “de Vijf” Untuk Pengaruhi Parlemen Belanda

Jakarta, 22 Maret 1971 – Orang Maluku Selatan di Nederland akan mengadakan suatu aksi yang mereka namakan “Geef Ons de Vije” untuk mencari sokongan para pemilih dalam pemilu bulan April yang akan datang bagi persoalan yang mereka hadapi.
Hal tersebut diungkapkan oleh “Presiden RMS” Ir. JA. Manusama dalam sebuah konferensi pers tanggal 10 Maret di Den Haag.

Dari para pemilih Belanda yang bersimpati diharapkannya memberikan suaranya kepada calon nomor 5 dari daftar calon parpol manapun. Dengan demikian akan dapat diketahui berapa orang Belanda memberikan simnpatinya kepada orang Maluku sehingga pemerintah dan parlemen tidak dapat menyingkirkan dengan mudah persoalan tersebut.
Menurut Manusama, ia akan bergembira bila dapat meperoleh 5% dari seluruh suara.

Seperti diketahui sebagian besar dari orang Maluku di Nederland tidak mempunyai kewarganegaraan (staatsloos) dan tidak dapat memberikan suara dalam pemilu. Aksi yang dimulai 10 Maret itu terdiri dari penyebaran pamflet dari stiker.

Arti “de Vijf”
Menurut Manusama “de Vijf” berarti 5 keinginan, yaitu kebebasan, perdamaian, toleransi, kepercayaan dan persaudaraan dari rakyat Belanda.

Persoalan Maluku Mengkhawatirkan
manusama menamakan policy pemerintah Belanda mengenai persoalan Maluku mengkhawatirkan. Tindakan kekerasan oleh sementara orang Maluku di Nederland belakangan ini sangat merugikan kedudukan orang Maluku di Nederland dan oleh sebagian terbesar memang tidak disetujui.

Konferensi pers tersebut tidak saja diberikan untuk mengumumkan aksi “Geef Ons de Vijf” tetapi untuk menyanggah berita bahwa pihak RMS hendak menculik beberapa pemain sepakbola Ajax yang pada hari itu melakukan pertandingan penting melawan kesebelasan dari Celtig Skotlandia. Seluruh pemain Ajax mendapat pengawalan polisi.

Mengenai nama “Geef Ons de Vijf” dapat dikemukakan pula bahwa para peninjau politik di Nederland memberikan interpretasinya sendiri. Dalam isitilah Belanda kalimat itu dapat juga berarti “mari berjabat tangan” atau “marilah kita berdamai”. (SH)