4 Parpol Islam Berkonfederasi Dalam “Kelompok Persatuan”

4 Parpol Islam Berkonfederasi Dalam “Kelompok Persatuan”

Jakarta, 14 Maret 1970 – Empat parpol Islam masing-masing NU, Partai Muslimin Indonesia, PSII dan PERTI, hari Jumat tengah malam telah menyatakan berdirinya kelompok Islam yang berbentuk konfederasi dengan nama “Kelompok Persatuan”.
Pernyataan bersama tersebut dikeluarkan setelah melalui beberapa pertemuan baik intern partai tersebut maupun pertemuan bersama serta pertemuan perumusan pernyataan bersama yang diadakan di tempat kediaman Ketua Umum PSSI Anwar Tjokroaminoto dan berakhir pada Jum’at malam tersebut.

Pernyatan bersama partai politik Islam tersebut lengkapnya berbunyi sebagai berikut :
“Bismillahirohmanirohim. Dengan mensyukuri limpahan rachmat karunia Allah SWT dan dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan, Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, kami atas nama partai politik Islam dengan ini menyatakan berdirinya kelompok Islam yang berbentuk konfederasi dengan nama Kelompok Persatuan”.

Adapun mengenai program, mekanisme organisasi dan lain sebagainya sedang dalam penyusunan dan akan diumumkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Semoga Allah SWT meberkati persatuan ini dan memberikan taupiq dan hidayah-Nya kepada kita semuanya. Amin.

Pernyataan bersama tersebut ditandatangani masing-masing oleh H.M Soebchan ZE dan Jusuf Hasjim dari NU, Djarnawi Hadikusumo dan Drs. Lukman Harun dari dari Parmusi, H. Anwar Tjokroaminoto dan Boestaman SH dari PSII serta Rusli Chalil dan Iskandar Sarumala BBM dari Perti.

Soebchan ZE selaku juru bicara setelah pertemuan tersebut atas pertanyaan pers menyatakan bahwa dalam hal ini tidak ada hasil maksimal atau hasil minimal.
Hasil yang dicapai sekarang adalah yang menjadi tujuan umat Islam. Tujuan umat Islam membentuk konfederasi dan sekarang sudah tercapai, demikian Soebchan.

Selanjutnya Soebchan juga menjelaskan bahwa pembentukkan konfederasi tersebut adalah sesuai dengan 4 tujuan yaitu sesuai dengan tujuan Islam untuk persatuan, sesuai dengan landasan Pancasila, sesuai dengan Tap XXII/MPRS tentang penyederhanaan partai, serta sesuai dengan tujuan pemerintah Presiden Soeharto untuk mempolarisasikan pendapatnya yang ada pada masyarakat.

Golongan Islam selalu bersedia memberikan sumbangan untuk persatuan nasional dan selalu meresponder setiap gagasan, mempermudah proses decision making melalui polarisasi pendapat masyarakat yang bisa ditimbulkan melalui kelompok termasuk tujuan serta sumbangan untuk efisien pembangunan, demikian Soebchan menjelaskan lebih lanjut.

Ditanya apakah akan berbentuk sekretariat bersama, Soebchan berkata : “mengenai program, mekanisme organisasi dan lainnya, akan disusun oleh para Sekjen dari parpol dan akan diumumkan dalam waktu dekat”.
Akhirnya atas pertanyaan juga dinyatakan bahwa dengan adanya nama kelompok ini tida bisa akan menimbulkan adanya bahaya polarisasi antara Islam dan non-Islam. (SH)