30.000 Ex-KNIL Berhak Dapat Gaji Dan Tunjangan

30.000 Ex-KNIL Berhak Dapat Gaji Dan Tunjangan

Jakarta, 22 Maret 1971 – Lebih 30.000 orang Ex-KNIL termasuk tawanan sipil di seluruh Indonesia berhak mendapat hak gaji, tunjangan perang dan tunjangan sosial dari pemerintah Belanda sebagai korban Perang Dunia ke-II antara tahun 1942 sampai 1945.

Demikian diungkapkan Bram Assas Ketua Cabang Admistration for Unpaid Prisioners of war and interness and other war victim of Japanese occupation 1942-1945 di jalan Guntur 10A, Bandung.

Biaya untuk mengurus hak tawanan Perang Dunia ke-II (1942-1945), kata Bram Assas, bagi militer bekas KNIL dan sipil sebesar Rp. 775, sedangkan biaya administrasi dan transfor untuk mengambil folmulir dan lain sebagainya ke Yogyakarta sebagai Pusat Administration sebesar Rp. 250, hingga seluruhnya tidak kurang dari Rp. 1.025.

Untuk memberikan penerangan kepada para bekas KNIL di seluruh Indonesia, kini Sekretaris Jenderalnya, Drs. Mulia Sardjono SH sedang mengadakan perjalanan ke beberapa darah terutama yang menyangkut hasil perjuangan Yogyakarta yang menjadi pusatnya selama 1,5 tahun sampai keluarnya surat keputusan dari parlemen Belanda yang tercantum dalam lembaran negara Belanda halaman 961 sampai dengan 966.

Tempat perwakilan di Indonesia yang ditunjuk sah untuk menerima pendaftran orang bekas KNIL adalah : 1. Mr. LV. Mijnhamer (Pak Wongo) Jakarta, Mr. Y. Suprijadi – Jakarta, Ratu Beda – Tanjung Priok, Jakarta, Kapten M.Inkiriwang – Medan, Ibu Antonette Oshter MK di Manado, JM. Mander di Ambon, J. Sudjiman – Cimahi, Domine Bogenda di Ambon, Steysen Ratu di Denpasar dan Bram Assas di Bandung.

Sekjen Drs. Mulia Sardjono memperingatkan, akan para pendaftar sebelum mencatat diri kepada perwakilan itu hendaknya menanyakan dulu apakah perwakilan tersebut telah punya surat kuasa dari pusatnya di Yogyakarta, demikian Antara. (SH)