Tim Kemensos Jangkau Pengungsi Konflik Nduga

Tim Kemensos Jangkau Pengungsi Konflik Nduga

Tim Kementerian Sosial memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada anak-anak dari Kabupaten Nduga yang mengungsi di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua akibat trauma. (Dok. Tim LDP PSKBS)

SHNet, Jakarta – Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial diturunkan untuk menjangkau pengungsi korban konflik Nduga yang berada di Kabupaten Jayawijaya Pronvinsi Papua.

“Tim Kemensos sudah turun ke lokasi pengungsian, sebelumnya juga sudah dikirimkan bantuan logistik untuk pemenuhan kebutuhan mereka,” tutur Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, di Jakarta, Sabtu (23/2).

Kedatangan Tim LDP PSKBS ke Kabupaten Jayawijaya merupakan lanjutan dari upaya Dinas Sosial Provinsi Papua dan Dinas Sosial Kabupaten Nduga yang sebelumnya sudah mendorong bantuan logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Tim LDP PSKBS hadir ke lokasi sekolah darurat di Gereja Sinakma setelah sebelumnya berkoordinasi dengan jajaran Pemda dan Polres Kabupaten Jayawijaya.

Harry Hikmat mengatakan tim memberikan layanan dukungan psikososial kepada 211 penyintas anak-anak usia sekolah melalui kegiatan rekresional ringan, olah raga dan motivasi untuk mengisi waktu luang anak setelah selesai kegiatan belajar.

Selain itu tim juga melakukan layanan kepada para guru-guru untuk berdialog dengan petugas LDP.

Saat ini para relawan dan guru memfasilitasi penyintas dalam hal pemenuhan hak anak mendapatkan pendidikan sehingga hal tersebut menjadi rutinitas harian di sekolah darurat.

Upaya tersebut dilakukan agar anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak meski dalam situasi yang tidak biasa yaitu di pengungsian. Selain itu para guru juga fokus kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Anak-anak yang mengungsi tersebut merupakan korban trauma akibat baku tembak yang terjadi antara Kelompok Kriminal Bersenjata dengan TNI-Polri pada penghujung 2018. (*)