Sohun Putih dari Desa Manjung, Sudah Dikenal Sejak Tahun 1960

Sohun Putih dari Desa Manjung, Sudah Dikenal Sejak Tahun 1960

SHNet, Klaten – Dibutuhkan waktu 20 menit lamanya untuk sampai menuju Desa Manjung dari pusat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan menggunakan kendaraan roda dua. Desa yang nyaman dari hiruk pikuk kendaraan ini, akan terlihat banyak bangunan semi permanen yang berjejer ditepi sawah. Dari banyaknya bangunan itulah warga Desa Manjung sejak tahun 1950 hingga kini menggantungkan hidupnya.

Di tepi bangunan dan didekat pematang sawah itulah masyarakat Desa Manjung, menjemur vermiseli atau biasa dikenal dengan sebutan sohun. Di Desa Manjung inilah, sohun putih di produksi, dan nama sohun putih ini sudah sangat dikenal di daerah Jawa Tengah, khususnya di Klaten.

Dari sohun inilah hampir semua warga Desa Manjung tepatnya 3500 warga kini menggantungkan hidupnya dari dari usaha sohun. Warga yang hidupnya dari usaha sohun ini, kemudian membagi tugas yang berbeda-beda.. Totalnya ada 65 tempat produksi sohun di Desa Manjung, yang mampu menghasillan  berton-ton sahun setiap harinya.

Sohun mentah biasanya dikirim ke berbagai kota di seluruh Indonesia dan harga yang dipatokpun tidak sama mengingat jauh dekatnya pengiriman sahon-sohun itu.

Seperti diketahui, pembuatan sohun putih ini diturunkan dari seorang yang bernama  Slamet Somo Suwito di tahun 60-an. Nah, dari Slamet Somo Suwito inilah dan hingga kini sohun di Desa Manjung, Klaten kasih berproduksi walaupun kini cara pengolahannya sudah sangat berbeda.

Sohun putih ini berbahan dasar onggok pati, yang direndam dengan air kaporit agar menjadi bersih dari bakteri. Pun, proses merendamnya cukup lama bisa memakan waktu 5-7 hari. Selanjutnya onggok pati dimasak menggunakan mesin dan dijemur selama kurang empat jam.lamanya dibawah sinar matahari. (Maya)