Sikap Anti Pangkalan Asing Makin Maju

Adam Malik

Sikap Anti Pangkalan Asing Makin Maju

Jakarta, 9 Februari 1973 – Menteri Luar Negeri Adam Malik menyatakan bahwa pihak AS dalam hal ini Wakil Presiden Agnew gembira atas sikap Indonesia yang tidak menghendaki pangkalan atau pasukan asing di Indonesia maupun di negara tetangga.
Hal ini dikemukakan oleh Menlu Adam Malik pada konferensi pers di Deplu kamis siang.
Di negara tetangga RI tidak keberatan hanya selama tuan rumah masih menginginkannya dan selama pangkalan itu dianggap menjamin keamanan Asia Tenggara.

Mengenai sifat temporer dari pangkalan itu menurut Malik sudah dijamin dalam pernyataan Deputy PM Muangthai Cartchay kepada Agnew ketika yang belakangan ini berkunjung ke negara itu sebelum ke Indonesia. Sifat temporer itu diberi definisi oleh Malik sebagai bergantung kepada situasi dunia mendatang.

Pertanda
Sikap yang berubah dari beberapa negara Asia Tenggara yang mengakui bahwa pangkalan asing hanya bersifat sementara, dihubungkan dengan sikap yang sudah dikoreksi dari Selandia Baru dan Australia sesudah kunjungan Menteri Pertahanan Inggris kedua negara tersebut digambarkan Malik sebagai suatu pertanda bahwa kalau super powers lebih banyak berdialog maka netralisasi Asia Tenggara sudah semakin dekat direalisir.

Pertemuan Menlu Asean di Kuala Lumpur minggu depan menurut Malik bisa saja mengemukakan ide lain dari pada yang akan diajukan RI yaitu mengenai post Vietnam.
Ide yang baik tentu akan dibawa menlu ke pertemuan di Paris tanggal 26 Februari.

Mengenai kunjungan Penasehat Pertahanan Presiden AS Kissinger ke Hanoi dan Peking diartikan Menlu Malik sebagai followup dari gencatan senjata Vietnam agar sebelum pertemuan tanggal 26 nanti ide dapat dipertemukan dan dengan demikian perundingan tidak bertele-tele.

Menurut Menlu Wakil Presiden Agnew juga menanyakan mengenai perkembangan hubungan Indonesia dengan RRC yang dijawab menlu hanya terbatas pada membeli beras melalui Hongkong. (SH)