Siber Bareskrim Tangkap FS, Pemeras Video Call Seks

Siber Bareskrim Tangkap FS, Pemeras Video Call Seks

SHNet, Jakarta – Direktorat Siber Bareskrim Polri telah menangkap SF  tersangka kasus tindak pidana pemerasan, dengan modus menyediakan layanan panggilan video seks (video call sex online).

Tersangka SF di tangkap  Rabu (6/2) di Sulawesi Selatan. SF  diketahui melakukan aksinya bersama dua tersangka lainnya,  berinisial AY dan VB yang kini buron.

Kasubbag Opinev Penum Biro Penmas Divisi Humas Polri AKBP Zahwani Pandra penangkapan terhadap SF dilakukan karena tersangka memeras para korbannya dengan modus memberikan layanan video call sex online lalu mengancam menyebarkan video itu kepada korban.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka SF membuat sejumlah akun palsu di beberapa media sosia sosial. Dengan akun palsu tersebut, yang bersangkutan menawarkan jasa untuk melayani video call sex kepada para korban, yang umumnya adalah laki-laki.

Setelah terjadi kesepakatan dengan korban, tersangka SF kemudian melakukan video call sex dengan berpura-pura menjadi seorang wanita.

“Bila kemudian korban terperdaya dan ikut memperlihatkan aktivitas seksual, maka SF akan merekam adegan dan menyimpan file tersebut,” ujar Pandra.

Video yang direkam oleh tersangka SF itulah yang kemudian dijadikan sebagai alat untuk melakukan pemerasan terhadap para korban.

Selama menjalankan aksinya, tersangka SF telah berhasil mengelabui ratusan korban. Namun, dari ratusan korban itu, hanya dua korban saja yang berani melaporkan ke pihak kepolisian.

Akibat perbuatannya, tersangka SF dijerat pasal berlapis antara lain, Pasal 29 Jo 30 UU 44/2008 tentang Pornografi, Pasal 45 ayat 1 dan 4 Jo Pasal 27 ayat 1 dan 4 UU 19/2016 tentang ITE, dan Pasal 369 KUHP, dan Pasal 3,4,5 UU 8/2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (Maya)