Pengertian Pribumi Dan Non Pribumi

Pengertian Pribumi Dan Non Pribumi

Bank Masih Mencari Kriteria Yang Tepat

Jakarta, 19 Februari 1974 – Sampai saat ini pihak bank masih mencari kriteria yang tepat bagi istilah pribumi dan non pribumi. Sehingga di dalam memberikan kredit terpaksa bank menentukan menurut pengertian sendiri, demikian Moeljoto Djojomartono, Direktur Utama Bank Ekspor – Impor dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin pagi.

Ditambahkan bahwa belum ada satu pun lembaga pemerintah yang memberikan kriteria yang pasti mengenai hal ini. Diharapkan untuk waktu mendatang, pihak DPR RI dapat menyusun suatu undang-undang yang berisi ketentuan yang menyangkut pengertian pribumi dan non pribumi.

Utamakan pribumi
Dirut Bank Eksim tersebut memberikan penjelasan bahwa sampai saat ini bank yang dipimpinnya mengutamkan pemberian kredit kepada pengusaha pribumi. Dikemukakan sebagai gambaran bahwa 65% kredit yang diberikan adalah pengusaha yang ekonomi lemah dalam hal ini tergolong pengusaha pribumi.

Untuk mencegah membanjirnya permohonan kredit dari non pribumi, satu-satunya cara yang ditemui oleh Bank Eksim ialah menolak secara halus permohonan tersebut dengan mengemukakan berbagai alasan.

Dikemukakan bahwa sampai kini kredit yang diberikan oleh Bank Eksim terbagi kepada 1.415 juta nasabah pribumi dengan nilai nominal kredit sebesar Rp. 43.056 milyar dalam presentase 51,13% dibandingkan dengan 41.852 nasabah non pribumi dengan nilai nominal kredit sebesar Rp. 41.590 miliar yang dalam presentase adalah 48,87%.

kredit yang macet
Menjawab pertanyaan anggota Komisi VII mengenai berapa besar jumlah kredit yang macet pemulangannya, oleh Moeljot dikatakan bahwa sejak tahun 1971 s/d 1972 dari jumlah kredit sebesar Rp. 247 miliar yang baru dipulangkan hanya 10%, sisanya maish terus ditangani oleh Panitia Urusan Piutang Negara. (SH)