Kopkamtib Tidak Akan Ambil Resiko

Kopkamtib Tidak Akan Ambil Resiko

Jakarta, 21 Februari 1974 – Laksamana TNI Sudomo mengatakan Kamis bahwa Kopkamtib tidak akan menghadapi resiko dalam menghadapi bahaya laten yang mengancam stabilisasi politik, keamanan dan pembangunan nasional.
Namun ia mengatakan dalam menjalankan kewenangannya itu Kopkamtib berpegang pada landasan konstitusional dan hukum yang berlaku.

Memberikan keterangan kepada pers di Aula Hankam Kepala Staf Kopkamtib itu mengemukakan kesimpulan bahwa peristiwa 15 dan 16 Januari bukanlah merupakan aksi yang berdiri sendiri tapi bagian integrasi dari suatu konsepsi dan rencana yang dipersiapkan jauh sebelumnya dengan jangkauan sasaran yang lebih jauh lagi bahkan sangat berbahaya ialah penumbangan pemerintah yang sah pada tingkat pertama, dan akhirnya mengganti Pancasila dan UUD 45.

Percikan api
Dengan demikian kata Sudomo, jelas bahwa demonstrasi terhadap PM Tanaka merupakan sekedar percikan api untuk meledakkan kondisi revolusioner yang telah disiapkan jauh sebelumnya sehingga tercapai suatu situasi dimana pemerintah dan ABRI tidak berdaya sama sekali dan akhirnya sasaran mereka untuk penggantian pemerintah termasuk pimpinan nasional dan perubahan Pancasila dan UUD 45 dapat dipaksakan dan dicapai baik secara inkonstitusional maupun secara konstitusional.

Laksamana Sudomo yang mengemukakan hal ini berdasarkan hasil sementara pengusutan terhadap mereka yang ditangkap menegaskan : “Jelas yang kita hadapi adalah tindak pidana subversi sesuai dengan UU No. 11/PNPS/1963”. (SH)