Kemenpar Perjuangkan Danau Toba Masuk Daftar UNESCO Global Geopark

Kemenpar Perjuangkan Danau Toba Masuk Daftar UNESCO Global Geopark

Launching Calender Of Event (COE) Danau Toba 2019, di Jakarta, Senin (25/2). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sekarang ini Danau Toba belum masuk kelas dunia.

Menurutnya, salah satu alasannya adalah Danau Toba belum masuk daftar UNESCO Global Geopark (UGG). Kementerian Pariwisata terus mendorong dan memperjuangkan Danau Toba agar segera masuk dalam daftar Unesco Global Geopark (UGG). “Dengan begitu akan semakin mudah bagi kita untuk mempromosikan dan melestarikannya,” ujarnya saat Launching Calender of Event Danau Toba 2019, di Jakarta, Senin (25/2)

Arief mengatakan telah menindaklanjuti usulan Danau Toba sebagai UGG ke Unesco. “Kita sudah kontak terus ke UNESCO. Ditargetkan pada 2019 ini bisa mendapatkan sertifikasi dari UGG sehingga kita bisa dengan mudah untuk mempromosikannya,” katanya

Melalui pengakuan Unesco tersebut juga diharapkan akan semakin meningkatkan kesadaran pelestarian di kalangan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Pengembangan infrastruktur menjadi salah satu kunci keberhasilan utama bagi majunya pariwisata Danau Toba dan sekitarnya di Sumatera Utara (Sumut).

Sektor pariwisata Danau Toba membutuhkan dukungan infrastruktur terutama untuk aksesibilitas, aktraksi, dan amenitas seperti bandara, rest area, hingga jalan tol.

“Saat ini sudah dibuat Integrated Tourism Masterplan Program Danau Toba yang didukung oleh Wolrd Bank. Rencananya awal Mei sudah mulai pembangunannya,” ujarnya.

Percepatan pengembangan infrastruktur pendukung di Danau Toba itu semakin pesat setelah ditetapkannya danau air tawar terbesar di Asia Tenggara itu sebagai 10 Bali Baru atau 10 Destinasi Prioritas. Bahkan sebagai dukungan pengembangannya pun kemudian dibentuk Badan Otorita Pariwisata Danau Toba sejak 2017 silam.

Menpar Arief secara khusus juga memberikan apresiasi kepada pemda dan pengelola Danau Toba yang telah meluncurkan 17 event pariwisata berskala nasional dan internasional.

Event-event tersebut kata dia, dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk menggencarkan promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba yang tahun lalu dikunjungi 231.465 wisatawan mancanegara (wisman) itu.

“Danau Toba yang dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ merupakan destinasi pariwisata berkelas dunia yang harus dipromosikan ke seluruh dunia. Event atau atraksi menjadi unsur penting dalam pariwisata yang dikenal dengan 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas),” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menilai, unsur 3A di Danau Toba berkembang pesat misalnya dengan dibukanya rute penerbangan internasional melalui Bandara Silangit Siborong-borong yang tiap tahun mendatangkan sekitar 200 ribu wisman.

“Selain itu pengembangan infrastruktur jalur outer ringroad dari Kualanamu menuju Toba,” kata Arief Yahya.

Kunjungan wisatawan ke Danau Toba tahun 2016 sebanyak 10.305.972 wisatawan nusantara (wisnus) dan 233.643 wisatawan mancanegara (wisman). Tahun 2017, kunjungan wisatawan ada 10.579.452 wisnus dan 270.792 wisman. Tahun 2018 sebanyak 231.465 wisman. Sedangkan tahun 2019 ditargetkan akan ada 1 juta wisman yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

Dukungan infrastruktur itulah yang diharapkan Menpar semakin mendongkrak kemajuan pariwisata di Toba dan sekitarnya.

Hadir pada kesempatan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, dan Direktur Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo. (Stevani Elisabeth)