Inggris Sedia Beri Bantuan Militer

Menteri Pertahanan Carrington

Inggris Sedia Beri Bantuan Militer

Jakarta, 9 Februari 1973 – Inggris bersedia memberikan bantuan militer yang diminta oleh Indonesia, demikian keterangan Menteri Pertahanan Kerajaan Inggris Lord Carrington, Kamis siang dalam wawancara persnya “tapi”, ditambahkan oleh Lord Carrington, Indonesia tidak pernah menyampaikan permintaan khusus, pembicaraan mengenai pertahanan hanya dibicarakan secara menyeluruh saja.

Lord Carrington yang singgah di Indonesia selama tiga hari dalam perjalanan dari kunjungannya ke Australia dan Selandia Baru, menganggap fakta persetujuan bersama dengan kedua negara itu beserta Malaysia dan Singapura maupun SEATO (Organisasi Fakta Asia Tenggara) membantu memberikan stabilitas dan perdamaian di daerah ini.

Seandainya Indonesia menginginkan fakta semacam ini Inggris akan senang sekali.
Lord Carrington meneruskan perjalanannya ke Malaysia dan Singapura kemudian ia akan mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Jepang.
Sebelum pulang ia akan singgah di Washington untuk berunding dengan Menteri Pertahanan AS Richardson.

Tantang peperangan
Menjawab pertanyaan kenapa negara Barat termasuk Inggris menjadi khawatir justru setelah gencatan senjata di Vietnam ditandatangani. Lord Carrington menjawab bahwa Inggris tidak mempunyai sikap yang sedemikian tapi Inggris menginginkan adanya “perdamaian adil yang abadi”.

Ia menambahkan bahwa Inggris akan berusaha keras agar peperangan tidak akan berkobar lagi di daerah ini.
Kunjungan ke Australia, Selandia Baru dan negara Asia Tenggara justru untuk melihat negara Australia dan Selandia Baru yang mempunyai pemerintahan baru yang mempunyai sikap lain dari pemerintahan sebelumnya.
Kehadirannya di Indonesia sebagai kunjungan balasan Wapangab Jenderal Panggabean ke Inggris pada bulan September yang lalu.

Tentang netralisasi Asia Tenggara
Ia menjelaskan pula bahwa masalah yang diutarakan oleh pemerintah Indonesia mengenai netralisasi Asia Tenggara kepada Wakil Presiden AS Spiro Agnew, dibicarakan pula dengannya. Ia mengulangi lagi sikap Inggris mengenai persetujuannya terhadap gagasan ini.

Menurut pendapatnya realisasi dari pada gagasan ini akan memakan waktu panjang berhubuung diperlukan jaminan dari beberapa super power. Walaupun anda mengangggap negara anda netral tapi tidak berarti sudah netral sebab yang penting ialah bagaimana sikap negara lain tentang gagasan itu.

Memberikan penjelasan mengenai maksud Inggris untuk menempatkan kapal selam nuklir berpeluru kendali nuklir diperairan Australia dan Selandia Baru, Lord Carrington membenarkan bahwa Inggris mempunyai banyak kapal selam nuklir tapi ditambahkan bahwa tidak semua kapal selam nuklir itu mempunyai perlengkapan peluru kendali nukir.

Ia membantah bahwa dalam perundingan dengan pimpinan Hankam masalah arus kapal perang Inggris melalui Selat Malaka dibicarakan tetapi Inggris dapat memahami penolakan Indonesia dan Malaysia tentang internasionalisasi perairan Selat Malaka karena Inggris pernah mengalami pollutions di Selat Canal. (SH)