Hukuman Mati Untuk Munir Gembong PKI

Tuntutan Jaksa Sri Husodo SH

Hukuman Mati Untuk Munir Gembong PKI

Jakarta, 22 Februari 1973 – Jaksa Sri Husodo SH Kamis pagi telah menuntut agar terdakwa Munir, gembong PKI, dijatuhi hukuman mati. Biaya perkara dibebankan kepada negara sedang barang bukti berupa 45 pucuk senjata api diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk digunakan dalam perkara lain.
Mendengar tuntutan Jaksa Munir kelihatan tenang-tenang saja seolah-olah tidak ada pengaruh apa-apa padanya.

Disebutkan oleh jaksa bahwa yang meringankan terdakwa cukup sopan dalam persidangan hingga membantu lancarnya sidang dan yang paling memberatkan, ialah bahwa dalam sidang ia benar-benar secara meyakinkan sebagai seorang penganut komunis tulen dan tidak sedikitpun memperlihatkan siap menyesal atas perbutannya.
Dikatakan oleh Jaksa, bahwa keempat tuduhannya semuanya terbukti.

Yakni melakukan permufakatan jahat dengan jalan mengadakan rapat rahasia dengan tujuan melakukan makar yang disertai niat dan kesengajaan sebagai sikap batin melawan hukum juga melalui rapat di Surabaya untuk membicarakan situasi politik waktu itu begitu juga bagaimana sikap yang diambil partai PKI sesuai dengan yang digariskan Aidit selaku Ketua PKI.

Melakukan pemberontakan dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah yang sah di Blitar Selatan.
Hendak membangun kembali PKI yang telah dilarang oleh pemerintah.
Bermaksud untuk mendirikan masyarakat komunis di Indonesia sedangkan Pancasila hanya dipakai sebagai taktik belaka.

Seluruh perbuatan Munir sebagai yang dituduhkan adalah perbuatan subversi dalam rangka mengkomuniskan Indonesia. Akibat perbuatan Munir beserta kawan-kawannya maka program pemerintah dalam era pembangunan dan keamanan praktis macet.
Perekonomian terganggu, perhubungan tidak lancar dan rakyat diracuni sehingga jelas perbuatannya tidak dapat dimaafkan.

Oleh karena tindak pidana yang dituduhkan kepadanya terbukti dengan menyakinkan, maka hukuman yang lebih tepat kepada Munir yang memegang 9 jabatan penting dalam masa jayanya PKI adalah hukuman mati.
Demikian antara lain bunyi requisitoir Jaksa yang dibacakan selama 1 jam 5 menit dengan lancar dan gamblang.

Sidang dilanjutkan tanggal 2 Maret untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa dan pembelinya Sampurno SH dan Drs. Purnomo Hadi SH membacakan pembelaannya. (SH)