Hasilkan Tambakau Yang Baik, Desa Genito Lakukan Ritual “Perkawinan”

Hasilkan Tambakau Yang Baik, Desa Genito Lakukan Ritual “Perkawinan”

 

SHNet, Magelang  – Ada ritual tahunan yang selalu dirayakan oleh warga Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Dimana ritual ini merupakan upacara adat ‘Pernikahan Termbakau’, atau tepatnya lagi adalah ucapan syukur atas hasil panen tembakau yang berlombah dan sangat bagus hasilnya.

Tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun silam dan dilaksanakan turun menurun oleh warga sebagai perlambang syukur atas hasil panen tahun lalu, seraya memanjatkan doa kepada Tuhan untuk panen yang melimpah di musim mendatang.

Biasanya para warga desa dimulai dengan membawa sesaji  menuju Sendang Piwakan, sendang yang menjadi sumber mata air warga desa.

 Mereka juga membawa dua tembakau laki-laki dan perempuan, yang dinamai Kyai Pulung Soto untuk tembakau laki-laki, dan  tembakau Nyai Srintil untuk tembakau  perempuan.

Kemudian, tokoh desa membacakan mantra dan menaburkan kembang ke dalam air sendang, lalu persembahan tumpeng lengkap dengan ayam ingkung.

Kedua tembakau itupun selanjutnya   dikawinkan, diiringi musik dan tari-tarian tradisional dan sorak gembira dari warga. Doa bersama pun dipanjatkan oleh seluruh warga.

 Dalam mempersatukan tembakau Kyai Pulung Soto dan Nyai Srintil ini akan dipimpin oleh seorang tokoh dan budayawan yang sudah ditunjuk untuk.mengawinkan dua tembakau laki-laki dan perempuan itu. Perkawinan tembakau ini sendiri  diadakan sebagai perlambang rasa syukur dari masyarakat atas hasil panen yang bagus.

Dalam pernikahan itu warga juga mengharapkan panen yang melimpah di masa yang mendatang.

Setelah ritual  pernikahan di Sendang selesai, acara dilanjutkan dengan kirab tumpeng yang diringi berbagai grup kesenian.

Di antaranya, kuda lumping, soreng, warok, dan kubrosiswo.

Kemudian, digelar juga pengajian umum di masjid setempat dan dipungkasi dengan pagelaran wayang kulit. Sedangkan masyarakat di Desa Genito sendiri mayoritas adalah petani tembakau.

Kini di desa Genito harga tembakau cukup tinggi, yaitu bisa mencapai Rp 75.000 per kilogram. Seperti diketahui, hasil produksi tembakau di tahun 2018 ini juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Namun di tahun sebelumnya, tepatnya di tahun 2017 lalu, harga tembakau sempat anjlok dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi, sehingga mengakibatkan tanaman tembakau  mengalami kerusakan.

Tapi kini keadaan mulai membaik, harga tembakau cukup tinggi, sehingga masyarakat bersyukur. Kami berharap ke depan panen dapat melimpah. (Maya)