Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-24 Diluncurkan

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-24 Diluncurkan

Menristekdikti Mohamad Nasir meluncurkan secara resmi kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Kamis (21/2). [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan secara resmi kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Kamis (21/2). Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol sirine dan tabuhan gendang Baleganjur oleh para mahasiswa.

Menristekdikti mengatakan dalam sambutannya bahwa Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional, yang ditetapkan peringatannya setiap tanggal 10 Agustus. Ketetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995. Momentum sejarah kebangkitan teknologi nasional tersebut ditandai dengan keberhasilan penerbangan perdana pesawat N-250Gatotkaca buatan anak negeri sendiri. Nasir mengingatkan bahwa N-250 Gatotkaca merupakan hasil produksi IPTN Bandung.

Selanjutnya, pada tahun 2017, Indonesia berhasil menerbangkan perdana pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia. Menurut Nasir, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa bangsa kita mampu mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan inovasi untuk kemandirian dan daya saing bangsa.

Nasir mengatakan bahwa Peringatan Hakteknas untuk menghargai dedikasi dan prestasi membanggakan seluruh komponen bangsa yang telah mengembangkan Iptek dan Inovasi untuk kemandirian dan daya saing bangsa. Juga sebagai upaya mendorong sinergi peran dan fungsi pemangku kepentingan inovasi di daerah. Para pemangku kepentingan tersebut antara lain adalah pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa.

Puncak Peringatan Agustus Mendatang
Ketua Umum Panitia Hakteknas Ke-24 Jumain Appe melaporkan bahwa Presiden Joko Widodo akan menghadiri puncak peringatan Hakteknas Ke-24 pada 8 Agustus mendatang. Menurut Jumain, rangkaian kegiatan Hakteknas Ke-24 di Bali antara lain adalah Welcoming Dinner, Acara Hari Puncak, Ritech Expo, Pameran Inovasi Daerah, Apresiasi Anugerah Inovasi Nasional, Lomba Produk Inovasi Daerah, Kegiatan Ilmiah Nasional dan Internasional, Bakti Inovasi Nasional, Rakornas Iptek dan Inovasi, Rakornas Balitbangda, Sidang Tahunan Dewan Riset Nasional (DRN), Acara Bincang-Bincang (‘Talkshow’), dan Side Event.

Acara peluncuran resmi kegiatan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Kamis (21/2). [SHNet/Ist]

“Selain itu, kami mengharapkan semua perguruan tinggi dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi seluruh Indonesia melaksanakan ekspose dan upacara Hakteknas Ke-24 di daerah masing-masing pada tanggal 8 Agustus 2019.

Tema Hakteknas Ke-24
Ketua Harian Panitia Hakteknas Ke-24, Ophirtus Sumule menjelaskan bahwa tema Hakteknas tahun ini adalah Iptek dan Inovasi dalam Industri Kreatif 4.0. Subtema acara tersebut adalah Idustri Kreatif 4.0 untjk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa.

“Dengan tagline ‘Inovasi, Bangun Bangsa,” kata Ophirtus.

Menurut Ophirtus pemilihan tema dan penetapan Provinsi Bali sebagai tuan rumah puncak peringatan Hakteknas Ke-24 karena Bali memiliki potensi pariwisata bertaraf internasional, beragam keunikan budaya, nilai-nilai kearifan lokal, serta pertumbuhan bisnis startup, teknologi dan industry kreatif yang pesat selama lima tahun terakhir.

“Selain itu, Bali mempunyai pusat promosi dan pemasaran industri kreatif, pusat inkubasi bisnis, pusat pengembangan industry perangkat lunak (software) dan konten, pusat pelatihan, sertifikasi dan uji kompetensi tenaga kerja industry animasi, serta sebagai pusat ivasi dan kekayaan intelektual,” kata Ophirtus.

Industri Kreatif Diprioritaskan
Menurutnya, industri kreatif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pemerintah karena penyerap tenaga kerja yang cukup besar. Industri kreatif menyerap tenaga kerja 13 persen dari total tenaga kerja nasional, dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sekitar 10,14 persen per tahun.

“Dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 7,8 persen,” lanjut Ophirtus.

Sejumlah acara memeriahkan penyelenggaraan peluncuran Hakteknas Ke-24 di Bali. Acara antara lain berupa marching band Universitas Warmadewa Bali; Senam Poco-Poco dan Goyang Maumere oleh sekitar 50.000 mahasiswa dengan koordinasi LLDikti Wilayah VIII.

Selain itu, di sekitar lokasi acara peluncuran, ada pameran mini produk hasil incubator bisnis, yakni TROLLS (system pengendali traktor berbasis Android); AGRITO (pertanian hidroponik berbasis Internet of Things/IoT); JEMARI CHANNEL (aplikasi penyewaan dan penjualan pakaian Endek Bali); PASUPATI (aplikasi pemesanan jasa kesenian tradisional Bali); BUKALOKA (market place dan tour travel berbasis aplikasi mobile) dari Stikom Bali. Selain itu, Virtual Reality Lab; KINECT, dan Camera Mobil dan Deep Learning dari Universitas Amikom Yogyakarta.

Ada pula penayangan produk animasi, yakni Battle of Surabaya; Ajisaka 3D; dan Akira dari Universitas Amikom; serta Maya the Bee Movie dari Politeknik Elektronik Negeri Surabaya.

Sejumlah pejabat hadir dalam acara peluncuran Hakteknas Ke-24, antara lain Menristekdikti Mohamad Nasir, Gubernur Bali I Wayan Koster, Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, para pejabat eselon I dan II Kemenristekdikti, sejumlah pemimpin perguruan tinggi, para kepala LPNK, para kepala LLDikti, Staf Ahli Menristekdikti, para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bali, perwakilan dari dunia usaha, komunitas Iptek, serta jajaran OPD Provinsi Bali dan Kota Denpasar. (whm/sp)