Bulog Siap Serap Gabah/Beras Petani di Wilayah Sulselbar

Bulog Siap Serap Gabah/Beras Petani di Wilayah Sulselbar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau gudang beras Perum Bulog di Jakarta beberapa waktu lalu. (Ist)

SHNet, MAKASSAR – Badan Urusan Logistik (Bulog) berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan melalui percepatan penyerapan gabah/beras di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Karena itu, Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulwesi Selatan (Sulsel), TNI, dinas pertanian, dan pihak terkait lainnya dengan menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) serap gabah/beras petani (SERGAP) Tahun 2019 di Makassar, Kamis (7/2) lalu.

Rakor tersebut antara lain dihadiri oleh Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Kepala Perum BULOG Divre Sulselbar Mansur Siri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta para Dandim di Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar menegaskan, Perum Bulog siap  mendukung ketahanan pangan dan lumbung beras yang diandalkan di Indonesia, salah satunya di wilayah Sulawesi Selatan. Kapasitas gudang Bulog Divre Sulselbar sebesar 377.600 ton yang tersebar dari Mamuju sampai Pulau Selayar. Ia mengungkapkan serapan Perum Bulog saat panen raya bisa mencapai lebih dari 2 juta ton.

“Bulog mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan lumbung beras di Indonesia. Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub), minimal sepuluh persen 10 persen dari total produksi padi di wilayah Sulsel diserap Perum Bulog. Target pengadaan Bulog Divre Sulselbar untuk triwulan pertama 2019 sebanyak 224.423 ton,” kata Bachtiar.

Nurdin Abdullah berharap serapan Perum Bulog terhadap produksi beras petani bisa naik hingga di atas 15 persen. Alasannya, Sulsel menyuplai kebutuhan beras 27 provinsi di Indonesia dan masih memiliki potensi di beberapa daerah, diantaranya Luwu Raya.

Karena itu, Nurdin Abdullah menekankan akan terus mendukung dan mendorong serapan Perum Bulog yang lebih besar, bukan hanya 10 persen. Pihaknya juga akan mengeluarkan Peraturan Gubernur agar 15% dari hasil panen di Wilayah Propinsi Sulsel dapat diserap oleh Bulog (offtaker).

“Bukan hanya 10 persen. Sulsel masih memiliki potensi. Ada daerah yang belum dilirik. Di antaranya Kabupaten Luwu Raya. Orang Luwu Raya beli beras di Sidrap, dan tantangan Bulog untuk membangun rice processing di Luwu Raya,” kata Nurdin.

Sementara itu, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, mengapresiasi forumrakor tersebut sebagai wadah evaluasi sekaligus upaya khusus percepatan penyerapan gabah tahun 2019. “Semoga forum ini dapat mencapai kesepakatan untuk mencapai target untuk wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra,” katanya.

Pada forum itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemda Sulawesi Selatan dan Perum Bulog Divre Sulsebar tentang kedaulatan pangan, penguatan stok pangan, serta penyediaan data dan informasi terkait wilayah panen.

Sedangkan untuk menjaga stabilisasi harga beras medium di wilayah Sulselbar, Perum Bulog Divre Sulselbar terus melakukan kegiatan ketersediaan pangan dan stabilisasi harga dengan realisasi mencapai 7.505 ton beras medium yang dilakukan melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi BUMN serta melalui Distributor.

Keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, Dinas terkait, Aparat terkait dan para pelaku pasar. (ij/pr)