Alih Tugas/Wewenang Di Departemen Hankam

Alih Tugas/Wewenang Di Departemen Hankam

Jakarta, 8 Februari 1974 – Dalam menghadapi Pelita kedua bukan hanya perubahan fisik organisasi ABRI yang diperlukan, melainkan juga perubahan sikap mental para anggota ABRI sendiri. Organisasi hanyalan sarana bagi manusia untuk mencapai tujuan.

Hal tersebut dikatakan oleh Menhankam/Pangab Jenderal TNI Panggabean pada upacara penandatanganan serah terima pengalihan tugas, wewenang dan tanggung jawab koordinasi sehari-hari terhadap Badan Pelaksana Pusat Tingkat Departemen Hankam, masing-masing oleh kasum Hankam Marsekal Madya TNI Sudharmono, Kasdep Hankam Letjen TNI A. Hasnan Habih dan Kaskar Hankam Letjen TNI Daryatmo, Kamis pagi di Aula Hankam.

Tahap baru
Dikatakan selanjutnya bahwa ABRI tahun ini merupakan tahun terakhir dari tahap konsolidasi dan integrasi yang kemudian akan melangkah ke tahap pelaksanaan pembangunan Hankam/ABRI yang sebenarnya bersamaan dengan tahap pelaksanaan Pelita kedua.

Dijelaskan bahwa Keppres No. 132 tahun 1967 tentang perubahan pokok organisasi dan prosedur bidang Hankam yang disempurnakan dengan Keppres No. 79 tahun 1969 adalah merupakan langkah yang diambil untuk mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan Hankam/ABRI.

Penyempurnaan tersebut dimaksudkan pula untuk mencapai penyelenggaraan administrasi yang tertib dan teratur serta memenuhi kebutuhan Hankam/ABRI sebagai organisasi modern dengan memperhatikan keseimbangan antara faktor manusia, fisik, materi dan tugas sesuai dengan tujuan yang telah digariskan dalam rencana strategi pertahanan keamanan nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional, demikian Jenderal Panggabean. (SH)