Wadah Dialog Sangat Perlu Dikembangkan

Pertemuan Antar Parlemen ASEAN

Wadah Dialog Sangat Perlu Dikembangkan

Jakarta, 9 Januari 1975 – Presiden Soeharto memandang sangat penting lahirnya wadah dialog dalam bentuk Pertemuan Antar Parlemen Negara Anggota ASEAN. Wadah ini akan merupakan tambahan jawaban yang tepat untuk perluasan kerjasama ASEAN.

Kerjasama
Dalam jangka panjang kita tidak sekedar mengembangkan kerjasama ekonomi dan kebudayaan tapi mengembangkan kerjasama yang luas sehingga secara bersama-sama mampu mengurus masa depan, kemajuan dan perdamaian di kawasan ini. Untuk itu sangat penting usaha yang membuat semangat dan tujuan ASEAN dihayati masyarakat kita secara luas dan mendalam, sehingga kekuatan perhimpunan ini benar-benar tumbuh dari akar masyarakat. Kesadaran akan perlu dan manfaatnya ASEAN bagi masyarakat kita itu akan benih yang sehat bagi berkembangnya ketahanan regional.

Tanpa maksud melemparkan segalaa noda dan tanggung jawab kepada kekuatan luar yang telah menguasai jalan hidup bangsa kita ratusan tahun, kata Presiden tetapi kita tidak dapat menghilangkan begitu daja kenyataan bahwa masa penjajahan yang lama di masa silam telah mendorong lahirnya perbedaan tanggapan mengenai apa yang dianggap sebagai kepentingan nsional masing-masing, baik politis maupun ekonomis.

Tentu saja perbedaan demikian tidak mungkin dilenyapkan dalam sekejap, betapapun besar kemauan kita. Mungkin saja perbedaan itu dapat dibiarkan tetap ada dalam arti corak kepribadian nasional masing-masing. “Yang penting adalah kemauan dan usaha kita untuk menumbuhka kepribadian itu secara serasi dalam tamna besar yang indah dari ASEAN”, kata Presiden

lahirnya ASEAN bukan sekedar wujud keinginan kerjasama antar pemerintah negara anggotanya tapi lebih merupakan persamaan kehendak antar bangsa di kawasan ini untuk bersama-sama membangun hari esok yang lebih baik sejahtera dan menenteramkan hati.

Realitis
Tapi dalam sambutannya pada pembukaan Pertemuan Antar Parlemen Negara Anggota ASEAN Kamis pagi di gedung DPR, Presiden Soeharto mengingatkan, adalah bijaksana untuk tidak bersikap tergesa-gesa dan mengharap yang bukan-bukan. Untuk ini diperlukan sikap realistis yang dapat membantu kita menghindarkan diri dari pemilihan sasaran yang terlalu muluk yang karena sulit dicapai mungkin akan dapat mengendorkan stamina. “Yang juga sangat kita perlukan adalah memelihara dan mengembangkan persamaan yang terang dapat merupakan landasan untuk mendekatkan perbedaan yang masih ada dan dimana mungkin menghilangkannya sama sekali”.

Presiden katakan, Indonesia merasa gembira menjadi tuan rumah pertemuan ini. Lebih gembira karena yang hadir bukan orang asing tapi saudara bangsa Indonesia sendiri. “Rasa persaudaraan inilah saya rasa”, kata Presiden yang menjadi semangat kelahiran pertumbuhan dan kekokohan ASEAN.

Putusan politik
Dikatakan selanjutnya harus terus menerus dipikirkan langkah bersama secara opersionil yang dapat dilakukan untuk memberi isi nyata terhadap persaudaraan dan persahabatan tadi dalam menjawab tantangan pembangunan masyarakat kita dalam jaman kemajuan ini. Bagaimanapun semangat persaudaraan dan persahabatan harus merupakan ketetapan hati kita semua. “Atau kalau boleh saya katakan harus merupakan putusan politik yang tidak diragukan lagi”.

Kita menyadari banyak lagi hal yang harus digarap agar tujuan ASEAN makin banyak menjadi kenyataan, demikian Presiden Soeharto.

Ketua DPR
Sementara itu Ketua DPR RI KH. Idham Chalik dalam sambutan pembukaannya antara lain mengemukakan rasa terima kasih DPR RI atas kepercayaan yang diberikan guna menyelenggarakan Pertemuan Parlemen Negara Anggota ASEAN yang pertama di Jakarta.
Dikatakan, apa yang dilaksanakan hari ini adalah merupakan hasil dari serangkaian penjajagan yang dilakukan oleh delegasi parlemen dari negara anggota ASEAN sebelumnya.

Disamping sambutan Kepala Negara, juga memberikan sambutan Perdana Menteri Malaysia, Presiden Singapura serta Pimpinan Majelis Nasional Muangthai yang masing-masing dibacakan oleh ketua delegasi dari negara tersebut.

Pada dasarnya, para pimpinan negara tersebut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Indonesia karena bersedia menyelenggarakan pertemuan ini. Disamping itu oleh pimpinan negara tersebut diharapkan agar pertemuan ini dapat berlangsung dengan baik dan berhasil. (SH)