Tidak Benar Air Zamzam Di Mekkah Alami Keracunan

Kedubes Arab Saudi Jakarta

Tidak Benar Air Zamzam Di Mekkah Alami Keracunan

Jakarta, 11 Januari 1975 – Berita yang menggambarkan seolah-olah air zamzam di Mekkah telah mengalami keracunan sehingga membawa akibat sejumlah jamaah haji tewas, dibantah keras oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta dalam suatu keterangannya Jum’at siang.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta Abdel Kader Hasyim, disamping membantah keras berita semacam itu juga mengatakan hal tersebut hanya bertujuan menggelisahkan kalangan kaum muslimin.

Menurut Abdel Kader Hasyim kebersihan dan keamanan air zamzam telah diteliti dan dilakukan secara seksama oleh pihak pemerintah Arab Saudi sehingga tidak perlu menggelisahkan kaum muslimin Indonesia.

Kuasa Usaha Arab Saudi itu juga membantah bahwa di negaranya sedang menjalar penyakit kolera yang membawa akibat kematian sejumlah jamaah haji.
Kata Abdel kader Hasyim, pemerintah Saudi selalul melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan menjalarnya penyakit yang demikian terutama di musim haji dengan mendapatkan bantuan pihak Organisasi Kesehatan Dunia.

Kasus jamaah Nigeria
Mengenai kasus jamaah haji Nigeria yang dikabarkan meninggal di Saudi akibat wabah kolera, Abdel kader Hasyim menjelaskan, ketika mereka tiba di Jeddah mereka telah ditimpa penyakit tersebut dengan membawanya dari Nigeria tetapi pemerintah Saudi segera mengambil tindakan mengasingkan (mengkarantina) mereka agar tercegah kemungkinan menular.

Dalam kesempatan ini, Kuasa Usaha Arab Saudi tersebut menganjurkan agar berita yang tidak mengandung kebenaran itu, janganlah sampai menggelisahkan kalangan kaum muslimin di Indonesia.

Abdel Kader Hasyim menambahkan, mulai musim haji tahun depan, semua penarikan pembayaran bagi pelayanan umum sebanyak 63 Real/orang untuk setiap jamaah haji yang datang ke Saudi, dihapuskan.

Dijelaskan, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Raja Faisal baru-baru ini, maka pembayaran untuk pelayanan umum tersebut yang biasanya ditarik dari para jamaah haji telah dihapuskan sebagai langkah meringankan beban perongkosan mereka.
Kedutaan Besar Arab Saudi menjelaskan jamaah haji Indonesia tahun ini adalah nomor tiga dalam banyak jumlahnya yaitu sebanyak 68.872 orang.

Jumlah tersebut adalah lebih banyak 28.204 orang dari pada tahun 1973.
Adapun jamaah haji yang terbesar jumlahnya tahun 1974 ialah Turki (108.045 orang), Mesir (89.616 orang) kemudian Indonesia (68.872 orang). (SH/Ant)