Tertuduh Setuju GDUI Disebut Sekolah Kader

Perkara Drs. Syahrir

Tertuduh Setuju GDUI Disebut Sekolah Kader

Jakarta, 12 Januari 1975 – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara Drs. Syahrir hari Senin dilanjutkan dengan tanya jawab antara Majelis Hakim dan Penuntut Umum terhadap tertuduh.

Diulangi oleh Hakim Ketua Anton SH, apakah tertuduh sewaktu ikut rombongan ke Trisakti tanggal 15 Januari mengikuti barisan mahasiswa yang akan mengadakan apel di sana diminta oleh Yudil Hery atau diundang, dijawab oleh tertuduh bahwa ia waktu itu kebetulan bertemu dengan Yudil dan kemudian berangkat bersama ke Trisakti.

Mengenai strategi pembangunan dikatakan oleh tertuduh bahwa mata kuliah tersebut hanya dikuliahkan di Jurusan Ekonomi Umum Fakultas EkonomiUI tetapi tidak pada jurusan lainnya.

Menjawab pertanyaan hakim atas dasar apa GDUI didirikan, tertuduh mengatakan bahwa GDUI didirikan adalah semacam deklarasi pernyataan dalam rangka kebebasan mimbar dalam membahas masalah kemahasiswaan dan masyarakat.

Jumlah anggota GDUI dibatasi sekitar 30 orang semuanya dari lingkungan fakultas di UI mengingat tempat terbatas dalam lokasi UI kata Syahrir. Tetapi setiap tahun grup itu menerima anggota baru sebanyak itu pulaw dan setiap tahun pula diangkat seorang sekretaris angkatan yang mengatur sendiri acara untuk 1 tahun kuliah.

Tanya : Apakah sebabnya diambil untuk tiap tahun kuliah ?.
Jawab : Karena kurikulum disusun untuk selama 1 tahun kuliah.
Tanya : Oh, jadi GDUI adalah semacam sekolah kader juga ya !, komentar Hakim Ketua dengan senyum.
Jawab : Saya tidak mengatakan demikian Pak Hakim tetapi saya setuju kalau Pak Hakim mengatakan demikian, ujar Syahrir dengan gaya diplomatis.

Tanya : Sampai tahun 1974 berapa kira-kira anggota GDUI ?.
Jawab : Saya tiudak tahu persis tetapi saya kira maxsimum 100 orang.
Tanya : Apakah ada AD pada GDUI ?.
Jawab : Itu tiudak menjadi persoalan karena setiap angkatan mempunyai acara dan kegiatan sendiri setiap tahun. Tiga pengurus yang boleh dikatakan tetap adalah Sekretaris GDUI, Sekretaris Angkatan dan Sekretaris Kurikulum.

Mengenai kedudukan Drs. Dorojatun Kuncoroyakti da Yuwono Sudarsono MA masing-masing sebagai Koordinator Bidang Ekonomi Pembangunan dan Politik dikatakan oleh Syahrir mereka duduk di GDUI adalah atas permintaan tertuduh sendiri sewaktu menjabat Sekretaris GDUI pada tahun 1971.

atas pertanyaan Hakim Ketua, Syahrir menjelaskan bahwa dalam suatu pertemuan di rumah Chaidir secara kebetulan Syahrir bertemu dengan Hariman ketika Syahrir mengatarkan Sylvia Gunawan ke rumah Chaidir menemui suaminya Gunawan.
Tanya : Jadi tidak hanya mengantarkan Sylvia ke sana tetapi memang ada yang hendak dibicarakan bukan ?.
Jawab : Secara sambil lalu ada pembicara mengenai Hariman memecat 10 fungsionaris yang tidak mengakui kepemimpinan Hariman sebagai Ketua Umum DMUI, apakah yang hadir mendukung tindakannya memecat tersebut. (SH)