RI Ajukan Tuntutan Ganti Rugi

Kasus “Showa Maru”

RI Ajukan Tuntutan Ganti Rugi

Jakarta, 9 Januari 1975 – Pemerintah Indonesia akan mengajukan tuntutan ganti rugi secara tersendiri ataupun bersama-sama dengan negara pantai lainnya akibat kerugian karena kandasnya “Showa Maru” di perairan Indonesia 6 Januari yang lalu.

Hal itu diumumkan Menteri Perhubungan Emil Salim Kamis siang di Jalan Cendana, selesai mengadakan pertemuan dengan Presiden Soeharto bersama Menteri Riset Soemitro, pejabat Deplu dan pejabat KBRI Singapura.

Ini pengumuman pemerintah itu mengatakan : “Pemerintah Indonesia sangat prihatin dengan kecelakaan kapal tangki raksasa “Showa Maru” 6 Januari 1975 di dalam perairan Indonesia yang telah menyebabkan kerugian besar bagi negara pantai”.

Sebagai salah satu negara pantai yang mengalami kerugian dari kecelakaan ini pemerintah Indonesia akan mengajukan tuntutan ganti rugi secara tersendiri ataupun bersama-sama dengan negara pantai lainnya.
Pemerintah Indonesia sedang mengambil tindakan untuk mengadakan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut dan sebabnya sambil mengambil tindakan pengamanan selanjutnya.

Menteri Perhubungan selanjutnya mengatakan diperkirakan 3.600 kilo liter minyak telah bocor dari kapal ini.
Pihak syahbandar Pulau Sambu telah mengadakan penyelidikan pendahuluan sementara pihak KBRI Singapura telah melihat lokasi kecelakaan dan memotretnya.
Sampai sekarang belum ditemukan akibat polusi di pantai Indonesia bahkan lebih banyak di pantai Singapura.

Menteri Negara Riset menginstruksikan kepada Bakosurtanal untuk mengadakan penelitian serta akibat dari kecelakaan ini.
Prof. Kardono dari Badan ini sudah berada di Pulau Batam. Juga telah dibentuk tim investigasi untuk menyelidiki sebab kecelakaan. (SH)