Penyebar Hoaks Ditangkap, Polisi Masih Memburu Aktornya

Penyebar Hoaks Ditangkap, Polisi Masih Memburu Aktornya

SHNet, Jakarta – Hingga kini belum ada keterkaitannya pembuat hoaks antara tersangka Bagus Bawana Putra, dengan tiga tersangka lainnya yaitu J, HY dan LS di media sosial. Untuk itu, polisi masih memburu aktor intelektual hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.

“Siapapun orangnya yang terlibat dalam penyebaran berita hoaks akan kami cari dan kami tangkap. Untuk itu kami masih selidiiki siapa aktor intelektual dari kasus ini,dari para tersangka yang telah kami tangkap,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (9/1/2019).

Menurut Dedi, empat tersangka kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos memiliki peran masing-masing. Tersangka Bagus Bawana Putra diketahui sebagai pembuat rekamanan suara atau voice note, yang selanjutnya disebar ke WhatsApp Group serta media sosial.

Sedangkan tersangka J,HY dan LS diketahui sebagai penyebar berita hoaks di Media Sosial. Tersangka Bagus sendiru adalah sebagai kreator dan buzzer.

” Belum ditemukan keterkaitannya dengan tersangka Bagus. Menurut para tersangka, mereka mendapatkan konten itu dari media sosial dan langsung memviralkan di media sosial, FB dan WAG,” kata Dedi lagi.

Sementara itu dari hasill pemeriksaan membenarkan bahwa penyebar hoaks teraebut adalah suara tersangka Bagus Bawana Putra. Hasilnya, 99% rekaman suara itu adalah suara Bagus. Ini setelah polisi mencocokkan rekaman suara yang beredar luas di masyarakat tentang hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Dedi lagi, pada analisis otimatisasi berdasarkan lama bicara atau speech lenght serta ketajamanan analisis atau speaker voice sharpness benar suara tersangka Bagua.

“Artinya, tingkat keyakinan akurasi benar 99% dari masing-masing barang bukti. Dalam kasua ini kami telah menetapkan Bagus sebagai tersangka pembuat hoaks sekaligus buxzer hoaks 7 kontainer,” paparnya lagi.

 

Gerindra Serahkan Kasus Ini ke Polisi

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, partai Gerindra berkebaratan untuk dikaitkan dengan  Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto itu.

“Kami menolak dikait-kaitkan dengan orang dan organisasi tersebut dan akan melawan secara hukum setiap bentuk fitnah yang ditujukan pada kami,” ujar Ketua DPP  Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Bagus, yang diduga sebagai pembuat dan penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercobkos, ditangkap di Sragen. Ia kabur dari kediamannya di Bekasi setelah membuat konten suara mengenai isu tersebut.

Habiburokhman mempersilakan pihak penegak hukum memprotes perkara ini sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami mempersilahkan aparat penegak hukum untuk bekerja mengusut kasus ini sampai tuntas,” ucap jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu.

Gerindra sudah menyatakan organisasi relawan yang dipimpin Bagus tidak terdaftar di BPN Prabowo-Sandiaga. Untuk itu, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut menilai organisasi Kornas Prabowo Subianto itu tak memiliki kaitan dengan mereka.

“Kami tidak mengenal orang tersebut maupun organisasinya. Organisasi tersebut juga tidak terdaftar di Direktorat Relawan. Kalau kami lihat foto di mediaonline, organisasi tersebut dideklarasikan 22 Mei 2018, berarti jauh sebelum adanya entitas hukum Paslon Prabowo-Sandi,” tutur Habiburokhman.

Dia menegaskan Gerindra punya kebijakan mengenai penggunaan nama sang ketum dalam pembentukan organisasi relawan. Nama Prabowo, kata Habiburokhman, tak boleh dipakai.

“Sudah sejak 2017 Gerindra punya kebijakan tidak mengizinkan penggunaan nama Prabowo untuk nama organisasi apa pun, tapi yang satu ini tidak terdeteksi,” sebutnya.

Dalam hal ini, Bagus dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Hukuman maksimal yang menanti Bagus adalah tiga tahun bui. (Maya Han)