Pemerintah Serahkan Data Akusisi Pemetaan Dasar Skala Besar Pasca Bencana Sulteng

Pemerintah Serahkan Data Akusisi Pemetaan Dasar Skala Besar Pasca Bencana Sulteng

Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin menyerahkan data akusisi pemetaan dasar skala besar pasca gempa Sulawesi Tengah (Sulteng). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Bogor– Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) menyerahkan data akusisi pemetaan dasar skala besar pemulihan pasca bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) kepada kementerian dan lembaga, di Cibinong, Bogor, kemarin.

Penyerahkan tersebut dilakukan oleh Kepala BIG hasanuddin Zainal Abidin. “BIG merupakan lembaga pemerintah yang diberikan tugas untuk melakukan pemetaan. Produk BIG adalah produk dasar dan infrastruktur. Infrastruktur bukan hanya terkait bangun jalan, data juga termasuk infrastruktur,” ujarnya.

BIG di tugaskan memetakan skala besar 1:1000,1:200 di kawasan berdampak bencana yaitu Palu, Sigi, Donggala, dan Parigimuntong, dengan pemotretan udara dan Lidar dengan hasil akuisisi yaitu berupa model digital trend dan digital surface foto udara dan lidarnya”

Penyerahan tersebut dalam rangka proses pemulihan dan pembangunan kembali daerah terddampak gempa dan tsunami serta likuifaksi yang terjadi disebagian wilayah Sulteng yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 lalu.

“BIG di tugaskan memetakan skala besar 1:1000,1:200 di kawasan berdampak bencana yaitu Palu, Sigi, Donggala, dan Parigimuntong, dengan pemotretan udara dan Lidar dengan hasil akuisisi yaitu berupa model digital trend dan digital surface foto udara dan lidarnya,” tutur Hasanuddin.

Menurutnya, data akusisi pemetaan dasar ini diserahkan kepada beberapa Kementrian /Lembaga terkait seperti Kementrian BPN/Bapennas, kemetrian PUPR, Kementrian Sosial, kementrian ESDM, Kementrian ATR/BNPB, BMKG, LIPI, dan ITB sebagai tim ahli pendamping pemetaan.

“Hasil ini kita serahkan supaya kementerian, lembaga dan stakeholder dapat bekerja lebih cepat. Kita potong SOP yang biasa. Sekarang datanya dulu yang kita serahkan. Dengan data ini, bisa menjadi dasar mereka bekerja,” lanjutnya.

Jika nantinya data tersebut sebagai rujukan recovery/pemulihan daerah yang terkena bencana di Sulteng Hasanuddin mengungkapkan sangat bisa karena pemetaan dasar tersebut sudah bisa dibaca dengan resolusi 8 centi meter.

Hasanuddin menambahkan walaupun belum dilengkapi toponimi, tutupan lahan dan detailnya tetapi peta dasar dengan skala besar yang diserahkan tersebut sudah bisa di gunakan untuk pembenahan infrastruktur, seperti jalan, jalur evakuasi, dan rehabilitasi saluran irigasi dan segala macam.

“Untuk lebih lengkapnya akan diserahkan pada tanggal 20 Februari mendatang,” tutur Hasanuddin.

Adapun data data dasar yang diserahkan meliputi data Digital Surface Model (DSM), Digital Terrain Model (DTM) dan Orthopoto daerah terdampak bencana dan rencana Reokasi hasil akuisisi tahun 2018. (Stevani Elisabeth)