Pemeriksaan Tentang Ceramah Sosialisme Indonesia

Perkara Syahrir

Pemeriksaan Tentang Ceramah Sosialisme Indonesia

Jakarta, 16 Januari 1975 – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari Kamis melanjutkan pemeriksaan perkara terdakwa Syahrir untuk yang ke-10 kalinya untuk memperjelas hal yang sudah ditanyakan dalam sidang yang lalu.
Misalnya pertanyaan kepada saksi Theo L. Sambuaga, Wakil Ketua Umum DM-UI yang membantu dan selalu mendampingi Ketua Umum Hariman Siregar dalam periode 1973/1974.

Diantara pertanyaan tersebut adalah mengenai acara seminar “28 tahun Kemerdekaan Indonesia” pada bulan Agustus 1973 oleh Hakim Ketua.
Dijawab oleh Theo bahwa acara tersebut disusun bersama oleh Pengurus GDUI dan panitia, kemudian barulah dicarikan siapa yang menjadi penceramah yang bisa menjelaskan topik pembicaraan dengan mantap. Kemudian orangnya dihubungi dan kalau setuju barulah dicantumkan sebagai penceramah.

“Biasanya ditentukan dulu topik pembicaraan yang saat itu menarik perhatian untuk dibawa dalam diskusi”, kata Syahrir sebelumnya baru dicarikan pembicaranya.

Penceramah
Mengenai peranan sosialis Indonesia yang diceramahkan oleh Soebadio Sastrosatomo dari luar UI, sebelumnya telah ada konsensus antara Kopkamtib dan panitia, dimana tidak boleh ada pembicara dalam GDUI dari luar UI dan dapat diterima oleh panitia. Akan tetapi kemudian ternyata bahwa Soebadio tercantum sebagai pembicara hingga tertuduh Syahrir dihubungi oleh Theo mewakili Hariman yang waktu itu berangkat ke India, minta agar dibatalkan.

Syahrir menjawab, agar kalau GDUI ditegur oleh DMUI, teguran itu supaya dibuat dalam bentuk tertulis. Untuk itu Theo bersama Gurmilang yang juga menjawab Wakil Ketua Umum DMUI pergi mengetik surat teguran. Ketika kembali ke ruang diskusi di Student Centre UI dilihatnya sudah berbicara Soebadio Sastrosatomo dengan judul “Peranan Sosialisme Indonesia”.

Ketika surat teguran diperlihatkan kepadanya, barulah Soebadio berhenti berbicara.
Tanya : Siapa yang mengusulkan agar Soebadio berbicara ?, tanya Hakim Ketua.
Jawab : Saya tidak tahu persis tetapi kalau tidak salah diusulkan oleh Drs. Yuwono Sudarsono MA. Akan tetapi siap kemudian yang menyetujui, tertuduh Syahrir tidak ingat lagi.

Juga masalah Generasi Muda dalam politik pernah didiskusikan di UI dengan penyelenggara DMUI. Ketika ditanyakan oleh Hakim Ketua kenapa diambil judul demikian, saksi Theo Sambuaga menjawab karena hal ini juga merupakan latihan bagi mahasiswa yang jika nanti terjun ke dalam masyarakat tidak mengalami kejanggalan dalam tugasnya. (SH)