Pemda Maluku Gandeng URI untuk Pembangunan Desa Berbasis Laut

Pemda Maluku Gandeng URI untuk Pembangunan Desa Berbasis Laut

Pemda Maluku melakukan kerjasama dengan Universitas Rodhe Island untuk meningkatkan potensi penting yang ada di Maluku. Naskah kerjasama tersebut ditandatangani oleh Gubernur Maluku S Assegaff dan Presiden Universitas Rodhe Island Dr David M Dooley. (Ist)

SHNet, Jakarta– Provinsi Maluku memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dimana 90 persen wilayahnya berupa laut. Hanya 10 persen wilayahnya berupa daratan.

Hal inilah yang membuat pemerintah daerah Maluku ingin memajukan beberapa sektor penting di provinsi seribu pulau tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng Universitas Rodhe Island (URI), Amerika Serikat.

Gubernur Maluku S Assegaff menjelaskan, kemitraan Maluku dengan URI bertujuan untuk memajukan beberapa sektor yang penting di Maluku. Antara lain perikanan berkelanjutan, pembangunan ekonomi pesisir dan pulau kecil, pengelolaan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Universitas Rhode Island, karena potensi kelautan dan perikanan Maluku sangat besar. Terdiri dari 11 kabupaten, 90 persen wilayahnya berupa laut, hanya 10 persen daratan, dan populasi kurang dari 2 juta,” ujar Assegaff, usai menandatangani naskah kerjasama dengan Presiden Universitas Rodhe Island Dr David M Dooley, di Jakarta, kemarin.

Ia berharap, kerja sama ini bisa membantu Maluku memanfaatkan dana desa dari pemerintah pusat berupa konsep pembangunan desa berbasis laut.

Universitas Rhode Island (URI) merupakan universitas riset publik dengan spesialisasi pengembangan ekonomi pesisir berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, dan oseanografi.

Perjanjian baru ini juga memperluas kemitraan antara Universitas Rhode Island dan Universitas Pattimura yang diteken pada Oktober 2018. Selain itu, gubernur Maluku dan presiden URI juga menandatangani letter of intent untuk kolaborasi.

Presiden URI David M Dooley mengatakan, pihaknya sangat senang bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Maluku. “Kami sangat tertarik dengan Maluku yang memiliki keunikan di Indonesia. Semoga kerja sama ini bisa bermanfaat bagi Maluku, Indonesia, Amerika Serikat, dan dunia,” ujarnya.

Dia berharap, kerja sama ini bisa menambah nilai nyata di bidang yang menjadi kekuatan dan keahlian URI, melalui lokakarya perencanaan tata ruang laut, penyuluhan, dan program pelatihan khusus di Maluku, serta kolaborasi pada program akademik baik di Maluku maupun URI.

“Kami juga sangat senang kolaborasi baru ini juga akan mencakup penelitian bersama untuk mengatasi banyak tantangan abad 21,” ujar Dooley.

Rektor Universitas Pattimura Prof Dr Marthinus JohanesSaptenno berharap kerja sama ini bisa meningkatkan jumlah dosen Universitas Pattimura yang belajar di Universitas Rhode Island, terutama jurusan Perikanan. (Stevani Elisabeth)