Nuansa Belanda Ada di Desa Kebon, Kota Klaten

Nuansa Belanda Ada di Desa Kebon, Kota Klaten

SHNet, Jakarta – Letak taman bunga nan indah itu ada di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Taman Bunga Kebon Asri hanya berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Klaten. Waktu tempuhnya pun relatif singkat, yakni kurang-lebih setengah jam perjalanan.

Taman bunga menjadi salah satu contoh destinasi wisata yang digemari oleh banyak wisatawan masa kini. Warna-warni bunga nan cerah jelas menjadi latar belakang menarik untuk saat ini.

Bagi warga Klaten dan sekitarnya, tak perlu lagi bepergian jauh untuk bisa berfoto di tengah hamparan warna-warni bunga. Keindahan seperti itu kini bisa ditemukan di Taman Bunga Kebon Asri.

Untuk menuju taman bunga tersebut hanya dibutuhkan rute tempuh paling mudah adalah melewati Jalan Sunan Pandanaran atau jalan utama Cawas-Bayat. Nantinya sebelah timur Puskesmas Bayat, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke arah utara di Jalan Beluk dan Jalan Kebon.

Setelah melaju sekitar 2,3 kilometer, nantinya di pinggir jalan akan ada penunjuk jalan menuju Taman Bunga Kebon Asri. Selanjutnya tinggal ikuti petunjuk jalan itu ke jalan yang memasuki gang cukup sempit.

Nuansa Belanda di Klaten

Kendaraan bisa diparkir di depan rumah warga yang memang menyediakan lahan parkir. Sebelum masuk taman, pengunjung harus membeli tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja.

Keindahan warna-warni cerah bunga celosia di kanan-kiri jalan setapak akan langsung menyambut pengunjung begitu sampai di pintu masuk. Spot instagramable pertama ini pun kerap digunakan untuk berfoto.

Selanjutnya hamparan bunga celosia yang lebih luas ada di bagian belakang taman. Guna menjadikan taman semakin menarik untuk tempat berfoto,  beberapa ornamen telah ditambahkan.

Kincir angin menjadi salah satu ornamen yang dibangun sehingga sekilas taman ini seperti berada di Belanda. Memang selama ini keindahan warna-warni bunga selalu identik dengan Negeri Kincir Angin tersebut.

Banyaknya spot berfoto di Taman Bunga Kebon Asri membuatnya terkenal dalam waktu singkat melalui media sosial. Dibuka pada Desember 2018, hampir setiap sore banyak pengunjung yang datang ke sini. Kebanyakan dari mereka datang untuk berfoto.

Kunjungan paling banyak di taman bunga ini adalah ketika akhir pekan atau libur panjang. Tidak ada aturan khusus ketika berkunjung ke sini. Aturan yang ada hanya standar, yakni tidak memetik dan merusak bunga, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Pagi dan sore hari yang cerah merupakan waktu terbaik untuk mengunjungi taman bunga ini. Selain tidak terlalu panas, cahaya matahari akan membuat warna-warni bunga menjadi semakin cerah.

Bunga Celosia di sini diprediksi masih akan mekar selama lebih dari satu bulan lagi. Ketika musim kemarau, bunga berwarna cerah ini mampu mekar selama sekitar empat bulan. Di musim penghujan, lama mekarnya kurang-lebih dua sampai tiga bulan.(Maya/berbagai sumber)