Nongsa Regatta Eksplor Keindahan Laut Batam dan Kepri

Nongsa Regatta Eksplor Keindahan Laut Batam dan Kepri

Nongsa Regatta 2019 (Dok Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta- Kesiapan infrastruktur dan kondisi alam di Batam, jadi salah satu faktor kesuksesan pelaksanaan Nongsa Regatta 2019.

Event yang diselenggarakan di kawasan Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau pada 25-27 Januari 2019 ini diikuti oleh 200 peserta yang tergabung dalam 15 yacht, 20 optimist dan laser , juga 10 radio control yang berasal dari dalam negeri dan juga beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Australia dan Belanda.

Nongsang Point Marinia merupakan marina pertama di Indonesia yang mencapai akreditasi Global Gold Anchor. Dengan peringkat 5 Jangkar Emas, predikat tersebut diberikan oleh Asosiasi Industri Marina yang mengelola skema akreditasi di wilayah Asia Pasifik.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo menyambut gembira hadirnya peserta lokal. Dia mengatakan, potensi Nongsa Regatta harus dioptimalkan dari tahun ke tahun.

“Kami menyambut gembira kehadiran peserta lokal. Meski jumlahnya baru 2 tim, tapi ini sangat bagus sebagai awalan. Kedepannya harus ada atlet SEA Games dan Asian Games ikut bergabung. Kami akan upayakan di tahun depan,” ungkap Indroyono, di Jakarta, Senin (28/1).

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar, Dessy Ruhati mengatakan, keuntungan jangka panjang akan dinikmati oleh venue penyelenggara event. Dengan naiknya branding akan menambah besar potensi kunjungan wisatawan.

“Respon positif akan diberikan oleh peserta karena event ini dikemas luar biasa. Para peserta benar-benar menyalurkan semua adrenalinnya,” kata Dessy.

Nongsa Regatta 2019 memberikan ruang lebar bagi peserta untuk mengeksplorasi keindahan laut Batam dan Kepulauan Riau. Selain berlayar menuju pulau terdekat Batam, wisatawan bisa melakukan beragam aktivitas. Ada memancing, menyelam, atau snorkling.

“Melalui Nongsa Regatta 2019, branding pariwisata di Batam dan Kepulauan Riau tentu sangat terbantu. Peserta ini sangat efektif untuk menaikan promosi pariwisata. Dengan dilakukan masif, efektivitas dari gemanya pasti lebih tepat sasaran. Artinya arus kunjungan wisman akan positif,” ujar Dessy.

Kota Batam memang menjadi gerbang besar wisman menuju Kepulauan Riau. Batam jadi penyuplai 1,65 Juta wisman direntang Januari-November 2018. Atau menyumbang 71,42% dari total 2,3 Juta arus kunjungan wisman di Kepri. Dari jumlah itu, wisatawan asal Singapura mendominasi dengan 1,12 Juta wisatawan. Malaysia ada di grid ke-2 dengan 273,37 Ribu orang. (Stevani Elisabeth)