Mengapa Sebab Kematian Hartono Masih Dirahasiakan

Mengapa Sebab Kematian Hartono Masih Dirahasiakan

Mukiyat : Saya Tahu Banyak Tapi Tak Berwenang Beri Keterangan

Jakarta, 14 Januari 1971 – Komandan Korps Komando AL Mayjen KKO Mukiyat menyatakan bahwa ia melihat semuanya yang terjadi di rumah kediaman almarhum Letjen KKO Hartono di jalan Prof. Supomo, Jakarta, karena katanya ia merupakan orang pertama tiba di tempat itu setelah menerima laporan meninggalnya Duta Besar RI di Korea Utara tersebut.

Ia mengelak untuk menjawab pertanyaan “SH” tentang sebab kematian Hartono dengan alasan tidak berwenang sekalipun menurut Mukiyat ia mengetahui banyak tentang kejadian tersebut.
Juga ketika ditanyakan apakah ia melihat senjata yang menyebabkan kematian Hartono, Mukiyat tidak bersedia membantah atau membenarkannya.

Apakah bagi seorang prajurit komando dikenal putus asa yang menyebabkan ia mengambil tindakan bunuh diri ?, tanya SH.
Mayjen Mukiyat : Ya bisa saja terjadi, tergantung dari sebab atau persoalannya.
Mukiyat hanya tertawa lebar ketika ditanyakan apakah almarhum Letjen Hartono sebelum kematiannya pernah menghubungi Komandan KKO AL tersebut untuk minta dukungan moril terhadap persoalan yang tengah dihadapinya dengan pihak Kopkamtib.

Sudomo : Itu urusan Kopkamtib
Sementara itu dalam kesempatan yang sama selesai upacara penyematan Bintang Jasa kepada KSAD dan KASAU di Aula Hankam, Kamis pagi. Kepala Staf Angkatan Laut menyatakan tidak tahu menahu tentang sebab kematian dan senjata pistol yang menyebabkan kematian tersebut.

Laksamana Sudomo juga menyatakan tidak tahu menahu almarhum dengan pihak Kopkamtib “Ia adalah seorang Duta Besar dan dia datang ke sini untuk konsultasi”.
“Lagi pula almarhum tidak ada lagi hubungannya dengan saya karena sudah menjadi Duta Besar”, demikian Laksamana Madya Laut Soedomo.

Tentang adanya interogasi Kopkamtib kepada almarhum, Soedomo mengatakan itu adalah urusan Kopkamtib dan Kopkamtib itu adalah suatu badan yang berdiri sendiri, demikian KASAL.

Apakah almarhum sebelumnya pernah datang pada Laksamana untuk minta dukungan moril tentang persoalannya dengan Kopkamtib ?. Apakah Laksamana menolak permintaan itu ?, tanya wartawann mendesak.

Laksamana Soedomo : Memang ia pernah datang pada saya tapi saya tidak tahu urusannya dengan Kopkamtib. (SH)