Kostrad Harus Selalu Siaga

Kasad Jenderal TNI Makmun Murod

Kostrad Harus Selalu Siaga

Untuk bergerak Kemanapun Dalam Waktu Sesingkat-Singkatnya

Jakarta, 4 Januari 1974 – Kasad Jenderal TNI Makmun Murod mengatakan, Kostrad mempunyai tugas berat dalam perencanaan strategi TNI AD 1974 – 1978, terutama dalam program Bangkuat (Pengembangan Kekuatan) strategis.

Hal ini dikemukakan dalam amanatnya sebagai inspektur upacara pada serah terima jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angakatan Darat (KOSTRAD) Sabtu pagi dari Mayjen TNI Himawan Sutanto kepada penggantinya Mayjen TNI Leo Lopulisa.

Bertindak selaku saksi dalam upacara kebesaran militer di silang Monas Jakarta itu masing-masing Pangdam V/Jaya Mayjen TNI GH. Mantik dan Komandan Jenderal Komando Logistik Angkatan Darat Mayjen TNI Wing Wiryawan. W.

Prioritas
Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu Brigade Linud (Lintas Udara) 17 Kujang I Kostrad telah selesai melaksanakan program penyusunan kembali Brigade Pamungkas itu dan mencapai sasarannya. Dengan demikian kata KASAD salah satu sasaran dari program Bangkuat untuk tahun anggaran ini telah dapat dicapai oleh Kostrad.

Diharapkan oleh KASAD selanjutnya agar Kostrad memprioritaskan pembentukan Brigade Linud melalui “regrouping” karena sebagai kekuatan operasionil strategis, Kostrad harus mempunyai suatu kekuatan pemukul yang ampuh yang setiap saat dapat digerakkan kemana saja dalam waktu yang sesingkatnya.

Hambatan
Kasad menyadari bahwa untuk mengadakan “regrouping” dari satuan yang telah ada menjadi suatu Brigade Linud yang utuh, kompak dan berkemampuan mobilitasnya dan daya gunanya yang tinggi bukan usaha yang mudah.
Apalagi jika diingat terbatasnya sumber dukungan anggaran, materiil maupun personil serta hambatan psikologis yang sedikit banyak tentu ada dalam setiap usaha regrouping.

Kasad selanjutnya mengatakan bahawa adalah merupakan sesuatu keharusan bahwa Kostrad sebagai kekuatan stategis TNI AD harus senantiasa menyiapkan segenap jajarannnya untuk sewaktu-waktu dapat dikerahkan untuk melaksanakan tugas.

Untuk dapat melaksanakan kesiap siagaan yang setinggi itu kata KASAD maka diperlukan peningkatan disiplin dan pembinaan moral serta moril para anggota, pembinaan dan peningkatan latihan, baik latihan perorangan maupun latihan satuan yang harus dilaksanakan atas dasar landasan yang terarah dan berencana.

Hadir pada upacara serah terima jabatan Pangkostrad tersebut : Pangkostranas Laksdya TNI Syamsul Bachri, Deputy KASAD Letjen TNI Wahono, Gubernur Lemhanas Letjen TNI Sayidiman, Pandam V/Jaya Mayjen TNI GH. Mantik, Pangdaeral 3 Laksda TNI Handoko Suratmin, Pangkodau V Marsda TNI Sukardi serta para pejabat teras MABAD dan Kostrad lainnya. (SH)