Kegiatan Ibukota Lumpuh Dan Ketegangan Masih Mencekam

Suasana Hingga Hari Rabu

Kegiatan Ibukota Lumpuh Dan Ketegangan Masih Mencekam

Jakarta, 16 Januari 1975 – Suasana kota Jakarta Rabu pagi masih menampakkan bekas pengrusakan, pembakaran kendaraan bermotor buatan Jepang, reklame produksi Jepang walaupun sebagian semenjak pagi buta sudah mulai dipindahkan oleh mobil alat besar yang dikerahkan untuk itu.

Rabu pagi bis kota tidak satupun yang nampak menjalankan operasi sementara petugas DLLAJR dengan corong pengeras suara memaklumkan pada masyarakat tentang tidak beroperasinya bis umum Rabu pagi tersebut. Para karyawan serta pelajar yang masih menuju ke sekolah masing-masing nampak berjejal menunggu kendaraan umum seperti oplet, helicak dan tidak jarang lagi melompat ke kendaraan pick-up yang kebetulan kosong.

Sebagaian besar masyarakat nampak berjalan kaki, sehingga sepintas pemandangan seakan-akan terjadi dengan sekian massa. Walaupunpun dibeberapa tempat seperti di daerah Harmoni memang nampak anak sekolah berseragam dalam jumlah yang cukup besar berjalan sambil bernyanyi menuju kearah jalan Ir. Juanda, dimana Selasa siang terjadi pengrusakan dan pembakaran.

Sebagian pemuda yang tidak diketahui identitasnya, Rabu pagi sekitar jam 07:30 telah menurunkan penumpang dari mobil karyawan walaupun merk mobil tersebut bukan buatan Jepang. Pemuda itu mengatakan mobil adalah milik rakyat, “kami membutuhkan demi kepentingan rakyat, masuk kantor bisa ditunda”. Demikian pemuda itu mencegat di daerah Matraman.

Sementara itu, daerah sekitar kampus UI nampak diblokir. Kendaraan menuju UI dari arah Jatinegara disalurkan ke jalan Proklamasi. Sedangkan dari daerah Kramat juga demikian, karyawan Bank yang biasanya sudah mulai bekerja jam 08:00, sampai jam 09:00 Rabu masih berada di jalan menuju ke kantornya masing-masing. Sebagian Bank pemerintah sekitar jam tersebut masih nampak ditutup pintu depannya dan para karyawan nampak sibuk membaca surat kabar.

Jalan Thamrin dengan lalu lintas yang terkenal sangat padat ternyata macet sampai di bundaran air mancur depan Monas, sedangkan diantara ribuan mobil di jalan tersebut jarang sekali terlihat mobil buatan Jepang. Daerah Monas dan Istana ditutup untuk umum.

Disekitar kantor astra internasional di jalan Sudirman masyarakat memenuhi daerah tersebut dengan duduk di pagar jalan, sementara para petugas keamanan mengatur lalu lintas dan buruh mulai membersihkan gedung yang sudah hancur dan hangus dibuat massa.

Daerah Kebayoran nampak tenang-tenang saja walaupun lalu lintasnya sepi sekali dibandingkan dengan biasanya. Gedung Kedutaan Besar Jepang, dijaga ketat oleh para petugas keamanan, demikian juga Wisma Nusantara dan President Hotel. Di kantor Kopkamtib jalan Merdeka Barat nampak pasukan baret merah, hijau dan hitam berkumpul.

Kediaman Dubes Jepang di jalan Daksu 5, Kebayoran Baru yang juga menurut rencana akan digunakan sebagai tempat pertemuan antara pers dengan rombongan antara pers dengan rombongan PM Jepang Tanaka, Rabu petang nampak dijaga oleh alat keamanan.
Jakarta nampak tenang, hari Rabu tidak banyak lalu lintas hanya masyarakat nampak memenuhi jalanan umum sebagian ke kantor, sekolah dan sebagian juga karena ingin tahu.

Proyek Senen yang bertingkat empat yang merupakan kebanggaan masyarakat Ibukota, sampai Rabu pagi masih terlihat asap mengepul.
Sementara orang yang pergi ke kantor dan pemilik kios di Senen pada berdatangan untuk melihat keadaan tokonya. Namun jalan yang menuju ke arah Senen maupun yang menuju ke arah Kota lewat Senen ditutup. Jalan tersebut tertutup untuk umum, pasukan ABRI dari RPKAD telah bersiap-siap melakukan pengamanan di daerah tersebut, namun massa masih banyak melihat atau menonton Proyek Senen yang terbakar.

Di tiap persimpangan jalan terutama yang ada lampu lalu lintasnya, penjagaan tentara berlapis dua memperkuat penjagaan polisi yang tampak repot mengurusi lalu lintas.
Diantara Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terlihat sepasukan ABRI mengejar ratusan massa yang berdiri, berjubel. Terlihat seseorang terkapar di jalan ujung Hayam Wuruk dalam keadaan sekarat tergelatak di aspal.

Priok jaga ketat
Pelabuhan Tanjung Priok Rabu pagi dijaga ketat. Petugas keamanan berjaga-jaga di luar dan di dalam pelabuhan.
Adpel Priok, JE. Habibie mengatakan telah mengambil tindakan preventif. “Yang jelas pelabuhan aman”, katanya.
Kegiatan di pelabuhan itu menurun, akibat buruh dan pegawai yang biasanya bekerja di sana, lambat masuk.

Wilayah pasar Kota juga dijaga ketat, sementara itu beberapa sekolah yang terletak di jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok telah dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Sebagian besar kantor instansi pemerintah terutama tingkat Direktorat Jenderal hari Rabu sudah menutup pintu, Bank pemerintah dan swasta yang jam 08:00 Rabu pagi masih membuka pintunya pada jam 09:00 berikutnya sudah juga menutup pintu.

Diperoleh keterangan bahwa pimpinan BNI Pusat Rabu pagi melalui telepon telah menginstruksikan kepada seluruh cabangnya didaerah wilayah DKI Jaya untuk mulai Rabu ini ditutup sementara samapai ada keputusan lebih lanjut. Demikian juga dengan Bank swasta sudah sejak Selasa siang menutup kantor masing-masing.

Pusat pertokoan tutup
Pusat pertokoan di Ibukota seperti Blok M, Glodok Baru, Jatinegara. Sejak Selasa kemarin hingga Rabu siang tidak ada satupun yang dibuka. Pasar Blok M dan Glodok telah ditutup sejak Selasa, sedang pasar Senen kini diliputi suasana yang menyeramkan akibat dibakarnya pusat pertokoan tersebut. Selasa sore toko yang kelihatan masih membuka pintunya adalah di daerah Tanah Abang dan daerah Grogol. Itupun toko kelontong yang kecil yang tidak terletak di daerah ramai.

Dilain pihak toko, kantor disepanjang jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang kemarin dilanda kerusuhan sampai saat ini tidak sebuahpun yang membuka pintunya. (SH)