Keamanan/Ketertiban Dapat Dikendalikan

Kaskopkamtib Laksamana Soedomo

Keamanan/Ketertiban Dapat Dikendalikan

Jakarta, 10 Januari 1975 – Pada umumnya situasi keamanan dan ketertiban nasional dapat dikatakan masih mantap dan dapat dikendalikan, walaupun awal tahun 1974 telah terjadi peristiwa 15,16 Januari (Malari) yang merupakan usaha subversi, demikian dikemukakan oleh Kaskopkamtib Laksamana TNI Soedomo Jum’at pagi dalam jumpa pers di Aula Hankam.

Pada kesempatan jumpa pers yang untuk pertama kali diadakan tahun 1975 itu, Kaskopkamtib mengemukakan dua masalah yaitu perkembangan situasi keamanan dan ketertiban nasional sampai akhir 1974 dan mengenai peningkatan Polri dalam memberikan pelayanan umum (public service) kepada masyarakat dalam rangka menegakkan dan memelihara ketertiban masyarakat di Ibukota.

Kriminalitas
Dikatakan dalam bulan Agustus kasus kriminalitas berupa perampokan bersenjata kelihatan meningkat tetapi berkat ketekunan aparatur keamanan dan yang dibantu oleh masyarakat gangguan potensil tersebut dapat diatasi.

Soedomo mengatakan bahwa khusus mengenai penanggulangan masalah kriminalitas tersebut berkat operasi teritorial, Kamtibmas oleh Polri yang sistematis dan berlanjut dibeberapa daerah di Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Sumsel, dan Sumut telah dapat disita sejumlah 836 pucuk senjata api gelap dan 1758 orang yang terlibat dan ditahan untuk selanjutnya diproses di pengadilan.

Perampokan bersenjata tersebut sebagian dilakukan oleh gang yang terorganisir dengan menggunakan kendaraan bermotor dan salah satu sasaran antara lain truk yang dipergunakan dalam rangka lalu lintas ekonomi dari daerah di Jawa ke Jakarta dan sebaliknya.

Telah dapat pula diungkapkan dari salah satu kasus bahwa G30S/PKI juga terlibat dalam perampokan tersebut tujuannya adalah mengumpulkan dana untuk membiayai gerakan dibawah tanah seperti yang telah ditangkap polisi di Ngawi Jawa Tengah.

Dalam bulan Agustus tercatat jumlah yang tertinggi dari pada perampokan bersenjata yaitu 46 kali tetapi pada bulan Desember menurun hanya 9 kali. (SH)