Ikan Asin Dari Desa Tanjung Binga

Ikan Asin Dari Desa Tanjung Binga

SHNet, Jakarta – Namanya Desa Tanjung Binga yang terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dimana desa ini dihuni oleh penduduk keturunan Bugis yang diketahui bekerja sebagai nelayan di desa itu. Di desa nelayan ini  tentu banyak produk yang dihasilkan adalah produk dari laut yaitu ikan tentunya.

Banyak orang yang datang ke Tanjung Binga, untuk membeli ikan segar yang baru ditangkap dan turun dari kapal pada pagi hari. Untuk membeli ikan segar memang seharusnya datang pagi hari, dikarenakan para nelayan berangkat melaut pada sore hari dan kembali sekitar subuh.

Memasuki desa Tanjung Binga, yang dikenal dengan desa nelayan ini banyak berjejer ikan serta hasil laut lainnya yang sedang wdikeringkan dibawah teriknya sinar matahari. Desa yang dikenal dengan desa ikan asin ini,  setiap harinya selalu banyak orang datang untuk membeli ikan asin. Tidak hanya ikan asin yang dihasilkan oleh desa Tanjung Binga, namun juga durian. Bila waktu panen durian, banyak orang datang untuk membeli durian yang memang banyak pohon durian di desa pinggir laut ini.

Desa Tanjung Binga menjadi desa eksportir ikan asin terbesar di Belitung, dalam bulab saja ada sebanyak 50 ton ikan asin kering siap di ekspor. Tidak itu saja, ikan asin Tanjung Binga dikemas setengah jadi untuk dikirim ke supermarket di Jakarta.

Meskipun potensi desa itu mampu menyejahterakan masyarakat setempat, namun produk ikan asin Tanjung Binga belum memiliki kemasan menarik yang pastinya akan berdampak pada tingginya harga jual di pasaran.

Tidak hanya ikan asin saja, namun Desa ini juga mengekspor ikan kukus terbesar di Belitung. Dalam sebulan, dapat memproduksi sebanyak 10 ton ikan kukus untuk dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat. Kampung nelayan Tanjung Binga, dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga yang hamir sebagian adalah berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan. (Maya Han)