Gedung Kedubes Belanda Dijaga Ketat

Gedung Kedubes Belanda Dijaga Ketat

Jakarta, 7 Januari 1975 – Gedung Kedutaan Besar di Kebon Sirih, hari Selasa dijaga ketat oleh alat keamanan negara, berhubung ada maksud dari orang Maluku yang anti “RMS” menyampaikan pernyataan kepada Kedutaan Besar Belanda perihal peristiwa di Belanda dimana orang “RMS” berdemonstrasi anti pemerintah Indonesia di depan KBRI Den Haag.

Sepanjang penjagaan dari jam 08:00 pagi sampai jauh siang nampak kesibukan di depan Kedubes Belanda Kebon Sirih. Beberapa orang bergerombol kemudian pergi lagi. Datang kelompok lain yang nampaknya menunggu sesuatu lalu meninggalkan tempat itu lagi. Pekerjaan dalam gedung Kedubes Belanda seperti biasa saja, malahan kepada penjaga sempat dibagikan minuman Greenspot.

Sampai jam 12:00 siang belum juga terjadi apa-apa. menurut keterangan pimpinan delegasi Maluku yang akan menyampaikan pernyataan nampaknya tertahan di tempat berangkatnya di jalan Jakarta By Pass, Prumpung.

Polisi datangi asrama
Para petugas kepolisian yang datang ke asrama orang Maluku di jalan By Pass Prumpung Kecamatan Jatinegara wilayah kota Jakarta Jakarta Timur, Selasa pagi itu ternyata tidak menemui seorang laki-laki pun, yang nampak hanyalah kaum wanita. Anak kecil yang melihat polisi datang hanya mengatakan “Nah polisi datang” dan asrama itu sendiri kelihatan sepi-sepi saja.

Kodim 0505 yang dihubungi “SH” mengatakan di sana baru banyak tamu tetapi tidak lama kemudian tampak Dandim 0505 Mayor TNI AD Helmy. Ia berada diatas mobil dinasnya.

Sewaktu ditanya ia mengatakan “Saya mau makan sebentar”. Di belakang mobil itu ada tiga orang yang dibawa. (SH)