FPO Datangi LBH Terkait Larangan Pejudo Lakukan Olahraga Lain

FPO Datangi LBH Terkait Larangan Pejudo Lakukan Olahraga Lain

FPO saat datangi LBH di Jakarta, Kamis (10/1). (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Forum Peduli Olahraga (FPO) mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, terkait Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) pelarangan pejudo untuk melakukan olahraga lain.

Sebelumnya, PB PJSI telah mengeluarkan surat pelarangan pejudo untuk melakukan olahraga lain. Hal ini terutama dalam surat PB PJSI nomor : PB/214/KU-05/Judo/XI/2018, perihal pengurus, Pelatih, Wasit dan atlit judo ke cabor lain. Dalam surat ini ditetapkan bahwa atlit, pelatih dan  wasit harus memilih olahraga judo atau tidak.

“Hal tersebut melanggar hal azasi manusia, UUD45 pasal 28 tentang kebebasan untuk berkumpul dan mengembangkan dirinya, selain itu melanggar UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) pasal 6 dan Pancasila sila ke 5 dan kita mencari keadilan”.tegas Krisna Bayu Forum Peduli Olahraga di LBH Jakarta, Kamis (10/1).

Menurut Krisna Bayu yang juga Ketua Umum Sambo itu, dengan adanya surat pelarangan tersebut olahraga tidak boleh mengekslusifkan diri, justru olahraga bersifat universal.

“Setiap orang boleh mengembangkan dirinya dan berprestasi untuk kebanggaan bangsa dan negara, contohnya, pada Asian Games ke 18 tahun 2018 di Jakarta-Palembang lalu, para pejudo bertanding do dua cabor, yakni Sambo dan Kurash serta Jujitsu, bahkan pejudo merah putih meraih medali perunggu di cabor beladiri Kurash, sedangkan judo sendiri tidak merebut medali satu pun.”tegas Krisna Bayu pemerhati olahraga yang peduli dengan atlet Indonesia.

Ia menambahkan, keputusan PB PJSI ini adalah terburu-buru dan terdapat tendensi sentimen pribadi. Ditempat yang sama, Perwakilan LBH Jakarta, Rusdi Marpaung mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari Forum Peduli Olahraga terkait larangan pejudo tampil di olahraga lain.

“Kami berharap PJSI dan FPO duduk bersama dulu, dan pihaknya juga siap menjadi jembatan kedua belah kubu, hal ini dimediasi lebih awal, agar mendapat solusi,”tutur Rusdi Marpaung.  (Nonnie Rering)