Dorong PNM Jadi Politeknik Spesialis Perkeretaapian

Dorong PNM Jadi Politeknik Spesialis Perkeretaapian

Menteri Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun (PNM) yang berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (INKA), Rabu (9/1). (Dok. Adnan/Kemenristekdikti)

SHNet, Madiun- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, di Indonesia, baru ada dua politeknik yang kolaboratif dengan industri.

“Di politeknik Indonesia baru ada dua yang sudah bekerja sama dengan industri dengan baik, satu adalah Politeknik Negeri Batam, yaitu (dengan) aircraft mantainance, mahasiswa kuliah di Batam sebagai pusat perbaikan pesawat terbang, dan Politeknik Negeri Madiun yang dalam hal ini bekerja sama dengan PT INKA,” ungkap Mohamad Nasir saat kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Madiun (PNM), Rabu (9/1).

Ia meyakini PNM akan mampu berkolaborasi dengan baik dengan PT INKA untuk menghasilkan SDM terampil dan berdaya saing di bidang perkeretapaian.

“Ini kalau terwujud, bayangan saya adalah, inilah politeknik seperti yang ada di Jerman, Swiss, maupun negara-negara maju lainnya. Kalau ini berhasil, jadi embrio bagi politeknik lain,” ujarnya.

Dalam rangka menjadikan Politeknik Negeri Madiun (PNM) sebagai politeknik spesialis perkeretaapian di Indonesia sekaligus mendukung inovasi pada PT Industri Kereta Api (INKA), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sedang merancang pengadaan laboratorium dan software untuk dihibahkan kepada PT INKA yang nantinya dapat digunakan juga oleh mahasiswa PNM.

“Kami akan alokasikan dalam kaitan revitalisasi vokasi untuk laboratotium. Laboratorium ini alat uji yang layak digunakan untuk kereta api, yang tahu PT INKA. Oleh karena itu untuk Politeknik (Negeri Madiun), kalau kita, ingin mengajukan lab bogie, lab propulsi. Ini akan jadi sangat penting untuk kita kembangkan,” ujar Menristekdikti.

Dia meminta PT INKA untuk menghitung jumlah anggaran yang diperlukan untuk pengadaan yang diperlukan dengan syarat PNM dapat menggunakan laboratorium dan software tersebut secara bersama (coworking) dengan dosen dan mahasiswa PNM.

“Coworking ini penting sehingga ini laboratorium yang langsung digunakan mahasiswa bersama PT INKA. PT INKA yang tahu penggunaannya dan cara mengoperasikannya,” ungkap Menristekdikti.

Saat melakukan kunjungan ke PNM, Menteri Nasir memberikan kuliah umum bertema Mendorong Pendidikan di Politeknik Untuk Mempersiapkan Lulusan Unggul Era Industri 4.0. Menteri Nasir juga menerima pertanyaan dari mahasiswa dan dosen PNM terkait pengembangan pendidikan vokasi.

Setelah kuliah umum tersebut, Menristekdikti bersama Direktur Politeknik Negeri Madiun (PNM) Muhammad Fajar Subkhan, Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA (Persero) Agung Sedaju, dan Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto menuju Ruang Lokomotif PT INKA di Madiun. Dalam ruangan tersebut, Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA (Persero) Agung Sedaju mempresentasikan rencana strelategis PT INKA dan potensi kolaborasi dengan Kemenristekdikti. (Stevani Elisabeth)