Desa Seraya Dengan Kerajinan Ate

Desa Seraya Dengan Kerajinan Ate

SHNet, Jakarta – Bali dikenal dengan kerajinannya, salah satunya adalah dengan kerajinan ate. Mungkin ate jarang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia. Namin bila diamati sepintas, kerajinan anyaman ate tersebut mirip dengan kerajinan  rotan.

Diketahui Ate ini memiliki batang yang panjang mirip dengan rotan, dan tumbuhnya bisa ditemukan di hutan-hutan di Bali. Namun selama ini, ate yang digunakan oleh pengrajin Bali adalah ate yang berasal dari luar Bali seperti ate dari Jawa, Sumatera dan Flores. Hal tersebut disebabkan oleh ate yang tumbuh di Bali, batangnya kecil-kecil sehingga kurang baik untuk dipakai sebagai bahan kerajinan.

Di Kabupaten Karangasem, kerajinan anyaman ate telah mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Kegiatan anyam-menganyam ini umumnya, dikerjakan oleh ibu-ibu, yang sudah menjadi budaya turun-temurun sejak jaman dahulu kala. Kerajinan anyaman ate tersebut antara lain dikerjakan oleh masyarakat di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, dan di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem.

Selain itu kerajinan anyaman ate tersebut juga berkembang di beberapa tempat seperti Kecamatan Selat dan Abang. Maka tidak heran kalau kerajinan anyaman ate ini telah menyerap ribuan tenaga kerja di Kabupaten Karangasem.

Kerajinan anyaman ate ini juga menjadi produk unggulan Kabupaten Karangasem, yang dikerjakan secara handmade tidak menggunakan mesin dan memiliki sifat bahan yang awet tahan lama. Selain itu, produk ini ramah lingkungan karena limbah dari anyaman ate ini mudah mengalami proses daur ulang secara alami sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Untuk Desa Seraya sendiri, umumnya kerajinan anyaman ate dikerjakan hanya untuk mengisi waktu luang atau selingan, karena sebagian besar profesi utama mereka adalah sebagai petani dan peternak. Masyarakat di Desa Seraya sebagian besar merupakan pengrajin ate yang telah tergabung dalam beberapa kelompok pengrajin.

Kelompok-kelompok tersebut mendapat tugas masing-masing, yaitu ada beberapa kelompok yang membuat barang dasar yang belum di modifikasi, kelompok membuat aksesoris seperti tali dan lapisan kain dalam kerajinan ate yang berbentuk tas maupun kelompok pengrajin yang memodifikasi hasil barang dasar sehingga memiliki bentuk yang artisstik sehingga memiliki nilai jual yang lebih. Pengrajin di Desa Seraya hampir dapat ditemui di setiap rumah penduduk.

Di Desa Seraya dapat ditemui dari proses menganyam, memodifikasi bentuk, melakukan pewarnaan, pengovenan serta finishing dan pengemasan. Adapun produk-produk kerajinan anyaman ate yang dihasilkan antara lain seperti berbagai macam bentuk tas, kotak tisu, basket (bakul besar dari ate), tempat buah dan banyak lagi. (Maya Han)