Bakar Patung Presiden, Dubes Sutopo Yuwono Dan Merah Putih

Aksi Pendukung RMS

Bakar Patung Presiden, Dubes Sutopo Yuwono Dan Merah Putih

Jakarta, 4 Januari 1975 – Para demonstran pendukung RMS tanggal 27 Desember 1974 di Den Haag telah membakar patung Presiden Soeharto, Dubes Sutopo Yuwono, Kadapol Maluku Marjono dan sebuah bendera merah putih yang dibawa oleh para demonstran itu sendiri, demikian laporan Kedutaan Besar Indonesia Den Haag kepada Deplu.

Demonstran itu menurut KBRI Den Haag yang berjumlah 550 orang dipimpin oleh M. Paletino menamakan diri mereka Pemuda Masyarakat RMS datang ke KBRI dengan membawa bedera MS dan bendera merah putih.
Selain KBRI, sasaran para demonstran itu adalah Kabinet Perdana Menteri Den Uyi dan gedung Mahkamah Internasional.

Petisi
Kepada Perdana Menteri Belanda dan KBRI para demonstran telah mengajukan petisi protes terhadap pemerintah RI dan Belanda atas pelaksanaan keputusan Konferensi Meja Mundur tentang hak menentukan nasib sendiri. Menganggap pemerintah RI sekarang sebagai kolonialis dan protes terhadap penangkapan orang RMS di Ambon.

Di kantor Perdana Menteri Belanda, para demonstran diterima oleh Sekretaris Perdana Menteri Mr. Ringnald dan telah berdialog selama kira-kira 10 menit. KBRI sendiri bersikap tidak menerima petisi mereka dan liam orang wakil para demonstran itu memberikan dokumen petisi kepada Ordonas A. Muis.

Dijaga ketat
Gedung KBRI mendapatkan penjagaan ketat sehingga tidak ada diantara demonstran yang bisa masuk, sedangkan gedung Mahkamah Internasional mengalami kerusakan berupa pecahnya kaca jendela akibat lemparan bom molotov. Korban cedera menurut KBRI berjumlah 4 orang polisi luka-luka akibat lemparan batu an sebuah jeep polisi terbakar, demikian Hubungan Masyarakat Deplu. (SH/PAB)