ADHI Desak Presiden Serius Lindungi Pimpinan dan Anggota KPK

ADHI Desak Presiden Serius Lindungi Pimpinan dan Anggota KPK

Presiden ADHI Dr Yetti Suciaty Soehardjo SH MBA (Ist)

SHNet, Jakarta –  Asosiasi Doktor Ilmu Hukum Indonesia (ADHI) berharap  dalam waktu secepatnya pemerintah berhasil mengungkap, menangkap, serta mengadili pelaku penyerangan terhadap pimpinan dan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai aturan hukum yang berlaku.

ADHI juga mengingatkan, selain sebagai bentuk penyerangan terhadap lembaga negara dan lembaga penegak hukum, aksi penyerangan terhadap pimpinan dan anggota KPK sama juga dengan penyerangan atas program kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Demikian isi surat ADHI yang ditandatangani Presiden ADHI Dr Yetti Suciaty Soehardjo SH, MBA dan Sekjen ADHI Dr Jawade Hafidz SH MH tertanggal 12 Januari 2019 yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

“ADHI mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap kasus penyerangan dengan bom molotov kepada dua pimpinan KPK dan juga belum terungkapnya kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pemerintah harus melindungi pimpinan dan anggota KPK, apalagi lembaga KPK juga dibentuk oleh pemerintah sendiri. Jadi,  jangan main-main,” kata Yetti Suciaty  saat dihubungi di Jakarta, Kamis (17/1).

Dalam suratnya,  ADHI mengingatkan,  Indonesia sebagai negara berdasarkan atas hukum, tidak memberi ruang bagi mereka yang berkhianat, jauh dari menghormati hukum, mencederai eksistensi dan kewibawaan pemerintahan yang berdaulat dalam hal ini pemerintahan Presiden Joko Widodo.

ADHI juga mengingatkan kepada Presiden Jokowi bahwa negara tidak boleh kalah. Pemerintah harus tegas menegakkan hukum dan pemerintah harus serius memberantas korupsi sebagaimana amanat Undang-undang No. 31Tahun 1999 joUU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 “Kami berharap Bapak Presiden dapat memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia. Rakyat Indonesia menunggu keseriusan Bapak Presiden dalam hal ini,” tulis ADHI dalam suratnya.

ADHI mengingatkan, keseriusan dan keberhasilan Presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, merupakan nilai tambah keberhasilan Jokowi selaku presiden dan akan menjadi modal besar bagi Presiden Jokowi melanjutkan kepemimpinan nasional untuk periode berikutnya.

“Jadi, Presiden Jokowi harus serius melindungi pimpinan dan anggota KPK. Keseriusan Presiden Jokowi ini tentu akan mempengaruhi elektabilitas dan keterpilihan beliau dalam pemilihan presiden mendatang,” kata Yetti. (Victor)