90 Persen Warga Terdampak Bencana Tsunami Lampung Ingin Direlokasi

90 Persen Warga Terdampak Bencana Tsunami Lampung Ingin Direlokasi

Ist

SHNet, LAMPUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan penanganan cepat bagi para korban bencana tsunami di Selat Sunda yang ada di Lampung Selatan. Setelahnya, pemerintah akan segera melakukan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam pernyataannya saat melakukan peninjauan ke Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang merupakan salah satu wilayah terdampak bencana. “Tadi rakyat meminta agar segera rumahnya dibangun. Kita akan masuk ke situ, ke tahap rekonstruksi dan pembangunan. Tidak ada hunian sementara. Jadi langsung akan dibangun rumah,” tegasnya.

Kepala Negara mengatakan, pemerintah akan sekaligus melakukan relokasi terhadap wilayah hunian milik warga yang akan segera dibangun itu. Lahan seluas dua hektare berjarak kurang lebih 400 meter dari lokasi semula telah disiapkan sebagai lokasi hunian baru yang relatif lebih aman dari bencana serupa.

Menurutnya, penataan tata ruang terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di sekitar garis pantai sudah mendesak untuk dilakukan. Mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana salah satunya dapat dilakukan dengan penataan tata ruang itu. “Kita tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara 5 tahun ke depan, tidak hanya berbicara 10 tahun ke depan. Tapi berbicara 20, 30, atau 50 tahun ke depan,” jelasnya.

Selain penataan tata ruang, mitigasi bencana juga dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan bimbingan kepada masyarakat terkait dengan penanggulangan bencana sedari dini. Karena itu, pemerintah sudah menyiapkan agar kurikulum terkait kebencanaan untuk masuk ke dalam pendidikan siswa dan masyarakat.

“Pendidikan mengenai kebencanaan akan dimulai di bulan Januari ini baik di tingkat sekolah maupun di tingkat masyarakat. Terutama memang daerah-daerah yang kemungkinan adanya bencana itu besar, baik tanah longsor, gempa, atau tsunami. Semua akan dimulai,” jelasnya.

Di Desa Way Muli, Kepala Negara meninjau kondisi hunian warga dan fasilitas umum yang rusak pascabencana dengan didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo.

Sebelum ke Desa Way Muli, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau Desa Kunjir yang juga terkena dampak tsunami. Setibanya di desa tersebut ia mendapatkan paparan mengenai wilayah terdampak bencana tsunami di Lampung Selatan.

Harapan Masyarakat

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat berkumpul dengan warga sekitar untuk mendengar keluhan dan harapan warga terkait dengan penanganan dan rekonstruksi setelah bencana utamanya terkait rumah mereka yang hancur.  Sambil jongkok, Jokowi secara cermat mendengar apa yang disampaikan warga.

Di Lampung Selatan sendiri, berdasarkan informasi yang diperoleh, tercatat sebanyak 118 orang meninggal dan 490 rumah mengalami kerusakan. Banyaknya korban jiwa tersebut disinyalir karena rumah-rumah warga yang sebagian besar berada tepat di bibir pantai.

Sebagian besar warga yang terdampak bencana tsunami di wilayah Lampung Selatan menyampaikan keinginan mereka untuk segera dilakukan relokasi ke tempat yang relatif lebih aman untuk dihuni. “Tadi sudah saya tanyakan kepada masyarakat Sebesi. Intinya mereka juga ingin direlokasi agak naik. Sudah tidak berani lagi di bibir pantai,” katanya.

Sekitar seribuan warga dari Pulau Sebesi mendapatkan perawatan dan tempat berteduh sementara pascabencana tsunami Selat Sunda. Sebagian besar warga meminta agar hunian mereka di lokasi saat ini direlokasi dari tempatnya semula.

Hal yang sama juga disampaikan oleh sejumlah warga yang berada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. “Ada satu-dua yang masih ingin di pinggir, tapi hampir 90 persen minta agar direlokasi ke tempat yang lebih di atas,” ujarnya. (ij/pr)