Waduh, Enam Artis Yang Pernah di Endorse Kosmetik Palsu Akan Diperiksa

Waduh, Enam Artis Yang Pernah di Endorse Kosmetik Palsu Akan Diperiksa

SHNet,  Surabaya –  Hati -hati dengan banyaknya peredaran kosmetik dan obat kecantikan ilegal  yang marak di Jawa Timur bahkan hingga ke daerah lain serta di Jakarta. Dengan adanya produsen kosmetik dan obat kecantikan  Ilegal di Kediri, Jawa Timur, enam artis  ibukota pernah “mengendorse” untuk mempromosikan produk kosmetik ilegal ini melalui media sosial Instagram.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, untuk mengetahui lebih jelas kosmetik dan obat kecantikan ilegal ini tidak menutup kemungkinan enam artis yang pernah menjadi bintang iklan tersebut akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.

Diketahui, keenam artis ibukota tersebut adalah,  VV, NR, MP, NK, DJB dan DK.

” Yang jelas, kita akan panggil keenam artis itu, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Kami juga masih mendalami apakah keenam artis itu mengetahui atau tidak jika produk yang di promosikan itu adalah kosmetik ilegal serta tidak ada izin edarnya,” ujar Kombes Akhmad Yusep Gunawan.

Dengan adanya kosmetik dan obat kecantikan ilegal ini, jajaran  Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur telah membongkar adanya praktik produksi kosmetik dan obat ilegal di Kediri, Jawa Timur. Dalam penggrebekan tersebut, polisi telah mengamankan pemilk usaha KIL, yang kini telah ditahan di rumah tahanan Polda Jawa Timur.

Produsen mengaku mengoplos bahan kosmetik merek terkenal dan mengemasnya lagi menjadu produk kosmetik dengan merek yang dibuatnya sendiri. Produk kosmetik ini sendiri tidak memiliki izin edar dari BPOM.

Kembali dijelaskan Akhmad Yusep Gunawan, tersangka yang juga pemilik usaha ini  menggunakan merek “Derma Skin Care Beuty ” di produk ilegalnya. Tidak itu saja, namun juga menggunakan kosmetij merek terkenal seperti, Marck Beuty Powder, Mustika Ratu, Viva Lotion dan Sabun Papaya, Vasseline dan Sriti yang kemudian diolah kembali dengan menggunakan merek yang dibuatnya.

 

Kosmetik Oplosan di Kediri

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus  Polda Jawa Timur telah membongkar adanya praktik produksi kosmetik dan obat ilegal di Kediri, Jawa Timur. Dalam aksinya, produsen kosmetik mengoplos bahan kosmetik merek terkenal dan mengemasnya menjadi produk kosmetik buatan sendiri.

Menurut pengakuan tersangka KIL, dirinya tidak hanya memproduksi kosmetik dan obat kecantikan saja namun juga mengeluarkan krim, cairan pembersih wajah, bedak, serum dan masker. Produk kosmetik yang dijual pelaku berasal dari bahan-bahan dengan merek terkenal.

Dari rumah produksi yang juga sebagai rumah tinggal, polisi telah menyita ribuan produksi kosmetij ilegal, dengan beragam macam bentuk kemasan kosong produksi kosmetik ilegal dan produksi kosmetik bermerek yang digunakan sebagai bahan baku.

Produsen kosmetik oplosan yang tidak memiliki izin BPOM dapat dikenakan sanksi ganda dan hukuman pidana. Sanksi yang dapat dikenakan untuk produsen kosmetik ilegal dan oplosan yaitu hukuman berdasarkan pada UU Pasal 197 UU RI No 36 Thn 2009 tentang Kesehatan,karena sengaja memproduksi atau mengedarkan alat kesehatan yang tidak memiliki izon edar.

Produsen akan dikenakan Pasal 106 ayat 1 dengan hukuman penjara 15 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 Miliar. Tidak itu saja, namun pelaku juga dapat dikenakan Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 1 huruf a dan g UU No 8 Thn 1999 tentang perlindungan konsumen dengan hukuman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 Miliar. (Maya Han)