Uniknya Gerabah dari Desa Panjangrejo, Bantul

Uniknya Gerabah dari Desa Panjangrejo, Bantul

SHNet,  Jakarta – Yogyakarta adalah kota segalanya, tidak hanya makanannya, namun juga pemandangannya serta hasil kerajinannya yaitu ‘gerabah’. Hasil kerajinan gerabah ini banyak  disukai oleh wisatawan mancanegara naupun wisatawan lokal ini  dapat di jumpai di desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul. Yogyakarta sekitar 14 Km. kearah selatan kota Bantul.

Sentra industry Gerabah di desa Panjangrejo tersebut sudah dimulai sejak tahun 1978, dan hingga saat ini dirasakan sangat manfaatnya terutama pada sektor penyediaan lapangan pekerjaan. Saat ini dari pengrajin yang ada di desa.

Panjangrejo sendiri sudah mampu menyerap 148 tenaga kerja yang terampil dan tersebar di beberapa pengrajin yang semuanya masih ada diwilayah desa Panjangrejo. Pekerjaan sebagai pembuat gerabah ini seolah hanya merupakan sambilan saja ini dikarenakan pembuatan yang tidak memerlukan waktu yang lama serta terkesan sederhana sehingga bisa di kerjakan tanpa meninggalkan mata pencaharian sehari hari mereka yakni beternak serta bertani.

Di Desa Panjangrejo ini para wisatwan dapat memilih beraneka ragam hasil produk dari tanah liat tersebut, dari yang tradisional seperti tungku, padasan sebagai tempat wudlu atau maron sebagai tempat air dan juga produk yang sudah dkembangkan seperti halnya wine cooler yang berfungsi sebagai tempat botol, kap lampu, tempat lilin, topeng, patung, dan berbagai souvenir.

Berbagai peningkatan kualitas selalu diupayakan di desa Panjangrejo tersebut guna menghasilkan gerabah yang bagus baik dari segi mutu maupun segi desain sehingga menarik karena berkesan artistic.

Para wisatawan pun di desa Panjangrejo tersebut dapat secara langsung menikmati cara pembuatan gerabah gerabah tersebut, sekaligus bisa berinteraksi langsung dengan para pengrajin gerabah tersebut. Hal ini sangat menarik disamping kita bisa melihat proses sekaligus pembelajaran bagi para wisatawan untuk mendapatkan pengetahuan yang baru tentang pembuatan gerabah tersebut.

Di tempat ini dalam produksinya dibedakan menjadi dua jenis produk yakni produk alami tanpa bahan kimia seperti tamarine dan terraccota dan produk hasil pengecatan. Selain itu para wisatawan dapat juga berbelanja produk ditempat ini tentunya dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. (Maya Han)