Tempatku, Surganya Wisata Bahari

Tempatku, Surganya Wisata Bahari

Raja Ampat, Papua

SHNet – Apa yang dilakukan kalau membangun dan mengembangkan sektor pariwisata? Pariwisata adalah soal daya tarik wisata (attractions). Daya tarik juga tidak sembarangan, tapi unik dank has.

Umumnya daya tarik wisata kekinian adalah buatan manusia. Didesain dan dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat indah. Tempat yang tadinya biasa-biasa saja dipercantik, dirias menjadi indah. Diberi warna-warni, diberi pencahayaan, dan sebagainya. Namun, itu adalah ide manusia yang merancang dan membuatnya.

Indonesia telah memiliki banyak destinasi wisata yang memiliki daya tarik alamiah. Manusia manapun akan takjub dan takzim. Tidak ada seniman manapun yang mampu merancang dan mendesain destinasi wisata itu menadi sangat menarik. Destinasi yang memiliki pesona alamiah ini di antaranya adalah Raja Ampat, Papua Barat, Labuan Bajo, NTT, Pulau Weh, Aceh dan masih banyak lagi.

Tak perlu keluar biaya untuk membangunnya menjadi indah dan menawan. Dari pencipta sudah diberikan karya cipta paling indah. Tak bisa dibanding-bandingkan dengan karya cipta lainnya. Tinggal menjaga dan tidak merusak lingkungannya. Mereka memiliki keindahan yang telah terberi.

Karena itu, kawasan yang memiliki daya tarik alamiah ini diperlukan penataan saja, termasuk kebijakan yang sesuai untuk menjaga kelestarian alamnya dan pengemasan paket wisatanya. Jarak dan waktu tempuh menuju destinasi  juga harus mendapat perhatian agar ada akses yang sesuai menuju destinasi wisata (accessible). Selain itu juga fasilitas pendukung pariwisata (amenities) seperti hotel, penginapan, homestay dan restoran juga harus disiapkan. Sentuhan manusia lebih lebih pada sarana penunjang saja. Makin sedikit sentuhan manusia pada lokasi wisata alamiah, ia akan makin memiliki daya tarik.

Wisata Bahari

Nah, daya tarik wisata di negara maritim seperti Indonesia umumnya adalah pariwisata maritim. Pariwisata bahari. Pariwisata maritim. Pariwisata seperti ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga seperti memancing, berlayar, menyelam, kano, kayak, dayung serta snorkeling. Wisatawan menikmati rekreasi baik di atas permukaan maupun di bawah air.

Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa, di Raja Ampat, Papua beberapa waktu lalu, mengungkap hampir semua pengunjung kawasan wisata minat khusus seperti Raja Ampat, adalah peminat olahraga bahari.

“Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Weh sampai Raja Ampat bisa dikatakan surganya olahraga bahari. Pulau Weh di Aceh memiliki diving site yang luar biasa, Nias digemari peselancar seluruh dunia, Labuan Bajo, sampai Raja Ampat yang telah menjadi geopark nasional. Semuanya alami dan semuanya luar biasa” ujar Kosmas. Karena itu, atraksi wisata yang dapat dikembangkan tentunya adalah atraksi wisata berbasis olahraga bahari.

Bukan tanpa alasan! Selain karena secara alamiah potensinya sudah ada, juga harus mengutamakan kelestarian lingkungannya karena yang dimiliki kawasan ini bukanlah man made marvel but God made marvel yang harus dijaga.

Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Olahraga bahari di kawasan wisata perlu dikembangkan sebagai olahraga rekreasi yang menyenangkan, aman dan berkesan agar wisatawan memperpanjang masa tinggal dan datang berkali-kali. Muhammad Hanif Fikri mewakili Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, mengatakan setidaknya ada 200 lokasi selam di Raja Ampat dari Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. “Jadi memang tidak cukup sekali atau dua kali untuk menikmati Raja Ampat,” katanya.

Agus Widayanto, aktivis Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan assessor sertifikasi pemandu wisata maritime, menekankan bahwa pemandu wisata lokal perlu dibina dan disertifikasi dengan sertifikat yang diakui internasional. Pada beberapa daerah yang telah mengembangkan sektor pariwisata, terbukti bahwa sektor pariwisata berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang kerja. Mulai dari usaha akomodasi, transportasi, souvenir hingga pemandu wisata.

“Pemandu wisata adalah ujung tombak wisata minat khusus. Tidak hanya di Raja Ampat, tapi diseluruh dunia,” katanya. Keberadaan sertifikasi bertujuan menegaskan kemampuan pemandu wisata memenuhi standar internasional, mengingat wisatawan yang berkunjung ke wisata seperti Raja Ampat, umumnya wisatawan mancanegara. Semua wisatawan menginginkan apapun yang dilakukannya aman.

Pesona Indonesia khususnya Raja Ampat tidak bisa disamakan dengan tempat lain. Di Raja Ampat, bawah lautnya memiliki 553 jenis karang. Ini adalah rumah dari 70 persen jenis karang yang ada di dunia. Ada 1.456 jenis ikan karang, termasuk yang paling kaya di dunia. Terdapat 699 jenis molusca, 5 jenis penyu, 16 jenis mamalia laut (cetacean).

“Ini surga dibawah laut. Di atas laut, pesona geopark Raja Ampat dengan bukit-bukit karst, aktivitas susur gua, trekking dan hiking, aktivitas cruising dengan kapal Phinisi benar-benar luar biasa. Yang bukan penyelam pasti akan mencoba snorkeling untuk bisa melihat indahnya bawah laut ini,” katanya.

Dalam konteks seperti inilah pemandu wisata lokal harus berperan aktif, atau bahkan pemerintah daerah dapat mewajibkan adanya pendampingan pemandu wisata lokal untuk keamanan dan kenyamanan juga sebagai garis depan penjaga kelestarian lingkungan.

Pantai Nias, Sumatera Utara

Hati-hati Mass Tourism

Kosmas Harefa mengatakan beberapa waktu lalu, pantai teluk Maya Pulau Kho Phi Phi, Thailand terpaksa ditutup karena mengalami kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas mass tourism. Hal itu harus menjadi pengalaman bagi Raja Ampat sebagai kawasan wisata minat khusus. “Harus dijaga dari mass tourism yang merusak,” tegasnya.

Ia berharap pengambil kebijakan menyadari mengenai betapa pentingnya keberlanjutan dalam aktivitas perencanaan, pembangunan dan pengelolaan suatu kawasan wisata. Hindari eksploitasi yang berlebihan. Kemenko Kemaritiman, katanya, sangat memperhatikan kebijakan yang mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Karena itu koordinasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah dan pihak-pihak lain sangat penting dilakukan. Siapapun yang ingin menikmati wisata bahari Indonesia berkewajiban untuk menjaga lingkungannya agar tetap alamiah dan indah. (ino/PR)