MM-Sustainability Trisakti “Gelar” Penelitian Alumni

MM-Sustainability Trisakti “Gelar” Penelitian Alumni

Direktur MM-Sustainability Universitas Trisakti, Jakarta, Maria R Nindita Radyati (kiri) bersama para panelis, yakni Andrie Darusman dari BTPN; Catharina Widjaja dari Gajah Tunggal; Anya Sapphira dari H&M; dan Rory Ratnawati dari BNI, di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (5/12). [SHNet/Ist].

SHNet, Jakarta – Magister Manajemen (MM)-Sustainability Universitas Trisakti menyelenggarakan Seminar “Building an Inclusive and Sustainable Business for Prosperity and Peace”. Penyelenggaraan seminar ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) MM-Sustainability.

Pendiri dan Direktur MM-Sustainability Universitas Trisakti Maria R Nindita Radyati mengatakan hal ini pada acara Seminar yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (5/12).

Maria mengatakan Seminar ini merupakan ajang alumni MM-Sustainability yang berprestasi memaparkan hasil penelitian mereka tentang CSR dan Sustainability di perusahaan dan organisasi.

“Jadi, ini betul-betul real case, dan juga produk akademik,” kata Maria.

Berbagi Ke Masyarakat
Ia menjelaskan, setiap tahun institusinya memberikan “panggung” alumni untuk berbagi pengetahuan ke masyarakat.

“Jadi ini sharing education. Kan sayang kalau tesis bagus-bagus cuma masuk ke perpustakaan,” kata Maria.

Ia berharap, penyelenggaraan Seminar “Building an Inclusive and Sustainable Business for Prosperity and Peace”, dapat memberikan wawasan dan inspirasi kepada pelaku usaha tentang strategi bisnis yang berkelanjutan.

“Agar pelaku usaha dapat menyusun dan memulai langkahnya dalam kegiatan bisnis inklusif dalam industri saat ini,” kata Maria.

Ajang Komunikasi dan Kolaborasi
Gunawan Julianto, salah seorang alumni yang menjadi pembicara menyatakan bahwa kegiatan berbagi hasil penelitian melalui seminar merupakan kegiatan yang bagus. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan kesempatan para alumni untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.

Gunawan Julianto (berdiri, kanan), salah seorang alumni MM-Sustainability Universitas Trisakti saat mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Seminar “Building an Inclusive and Sustainable Business for Prosperity and Peace” di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, Rabu (5/12). [SHNet/Ist].

“Bahkan, ajang ini memungkinkan untuk ditindaklanjuti dengan berbagai pihak lain yang relevan,” kata Gunawan.

Ia berpendapat, sebaiknya ada pembentukan kelompok sebagai tindak lanjut seminar. Tujuannya agar kelompok tersebut bisa menjadi tempat berdiskusi tentang hal-hal terkait CSR dan Sustainability.

“Dengan begitu akan selalu ada pembaruan pengetahuan, sharing knowledge , dan kolaborasi,” ujar Gunawan menambahkan.

Seminar “Building an Inclusive and Sustainable Business for Prosperity and Peace” juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai institusi terkait. Pembicara yang hadir dalam acara ini antara lain adalah Suryani Motik; Perwakilan dari Bidang Keuangan Berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK); Perwakilan dari Bappenas; dan perwakilan dari sejumlah perusahaan.

Berbagai Topik “Inclusive Business”
Sejumlah topik pembahasan seminar yang diangkat dalam breakout session antara lain adalah Inclusive Business: CSR in Energy; Mining Industry; Inclusive Business: CSR in Banking Industry; Inclusive Business: Community Entreprise; Case Study of Social Entrepreneurship in Indonesia; CSR Perception as Communication Strategy; dan CSR Special Topic.

Perwakilan perusahaan yang turut berbagi pengetahuan dan pengalaman antara lain adalah Head Daya BTPN Andrie Darusman; perwakilan dari BNI, Rory Ratnawati; Regional Sustainability Manager H&M, Anya Sapphira; dan perwakilan dari PT Gajah Tunggal, Catharina Widjaja.

“Melalui Seminar ini, kami ingin mendengarkan sharing mengenai bagaimana pengembangan Inclusive Bussiness dari perusahaan-perusahaan, yakni Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Gajah Tunggal, H&M, dan Bank Negara Indonesia (BNI),” kata Maria.(whm)