“Mai Te Wuna” Semangat Baru Bangun Pariwisata Muna

“Mai Te Wuna” Semangat Baru Bangun Pariwisata Muna

Air terjun Kalima lima. (Ist)

SHNet, KENDARI – Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan salah satu dari empat daerah otonomi tertua di propinsi itu. Kabupaten yang sebagian wilayahnya menempati sebagian Pulau Muna dan sebagian Pulau Buton itu, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah ruah.

Namun, sebegitu besar potensi sumber daya alam yang dimiliki, laju pembangunan di wilayah kabupaten tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan dengan laju pembangunan di tiga daerah  seusianya di Sultra (Konawe, Buton dan Kolaka).

Khusus potensi pariwisata, wilayah kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kayu jati terbesar di Indonesia itu, memiliki sejumlah objek wisata bahari, terutama gugusan pulau-pulau kecil berpasir putih dan alam bawah laut yang indah dan eksotis.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sultra yang juga mantan Bupati Wakatobi, Hugua, objek wisata yang dimiliki Kabupaten Muna lebih indah dan eksotis dibandingkan dengan objek wisata Wakatobi yang sudah menjadi tujuan wisata dunia dan sebagai salah satu dari sepuluh destinasi pariwisata unggulan Indonesia.

Dalam pandangan Hugua, pariwisata Muna bisa menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru yang dahsyat di Sultra. Syaratnya, potensi pariwisata di wilayah kabupaten tersebut dikelola dengan baik dan dipromosikan ke berbagai negara di dunia, terutama ke negara-negara Asia dan Eropa.

“Kalau gugusan pulau-pulau kecil berpasir putih di Muna dan kearifan budaya lokal masyarakat setempat diperkenalkan kepada para turis mancanegara, Muna akan menjadi magnet luar biasa bagi wisatawan,” kata Hugua kepada SHNet, beberapa waktu lalu.

Hugua mengaku sudah berkeliling ke lima Benua yang ada di belahan bumi ini. Membandingkan kemolekan gugusan pulau-pulau kecil berpasir putih dan kearifan budaya lokal masyarakat Muna dengan obyek wisata di belahan dunia lain, pariwisata Muna jauh indah dan eksostis.

Bupati Muna, LM Rusman Emba, kini menyadari potensi pariwisata yang dimiliki Muna dan apa penyebab ketertinggalan daerahnya dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Sultra. Menurutnya, Muna kurang berkembang karena wilayah kabupaten yang dipimpinnya itu tidak dipernalkan secara utuh kepada masyarakat di luar Muna.

“Yang terekspose keluar, Muna tidak memiliki sumber daya alam yang bisa menjanjikan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat Muna lebih dikenal berwatak keras dan suka berkelahi,” katanya. Padahal, jelas Rusman, kenyataan yang sesungguhnya wilayah Kabupaten Muna kaya dengan berbagai sumber daya alam yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila dikelola dengan baik. Demikian juga dengan masyarakatnya, sangat ramah dan santun dalam memperlakukan tamu.

Di mata Bupati Rusman, Muna tidak hanya kaya dengan sumber daya alam seperti perikanan, perkebunan, peternakan dan pariwisata, melainkan juga memiliki kearifan budaya lokal yang luar biasa. Masyarakat Muna tidak suka berkelahi seperti yang terekspose keluar wilayah Muna selama ini. “Masyarakat Muna ramah-ramah,” ujarnya.

Mai te Wuna

Bungin Pinungan, Muna. (Ist)

Mai te Wuna dalam bahasa masyarakat lokal Kabupaten Muna artinya, mari datang ke Muna. Ungkapan tersebut sangat sederhana. Namun, menurut Rusman Emba, mai te Wuna dalam tatanan masyarakat Muna, mengandung makna filosofi yang sangat mendalam.

Itu adalah ajakan kepada orang lain untuk datang ke Muna. Tidak sekedar datang jalan-jalan tetapi melihat kearifan lokal masyarakat secara utuh sekaligus melihat kondisi alam daerah yang bisa memberi kehidupan bagi banyak orang.

“Masyarakat Muna memiliki keramahtamahan yang luar biasa dan alamnya kaya raya. Karena itu, datanglah ke Muna untuk melihat langsung keramahan masyarakat dan kekayaan alamnya,” kata Rusman.

Karena itu, makna mai te Wuna begitu mendalam. Itulah sebab Pemerintah Kabupaten Muna mulai tahun 2018 menjadikan ma tei Wuna sebagai semangat baru dalam membangun pariwisata dan ekonomi Muna secara keseluruhan. Pemerintah dan masyarakat Muna meyakini semangat mai te Wuna bisa menjadi pemacu kebangkitan dunia kepariwisatan dan pembangunan ekonomi Muna secara keseluruhan.

“Melalui semangat mai te Wuna, kami tengah merancang pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung kepariwisataan di Muna, termasuk membenahi sarana dan prasarana transportasi yang bisa memudahkan Muna dijangkau oleh banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara,” katanya.

Rusman yang sudah kurang lebih dua tahun menjabat bupati Muna mengaku memberi perhatian serius bagi pengembangan pariwisata karena potensi pariwisatanya cukup besar. Menurutnya, di Muna banyak terdapat objek wisata menarik yang luar biasa, terutama wisata bahari berupa gugusan pulau-pulau kecil berpasir putih. Selain menawarkan panorama alam pantai dengan pasirnya yang unik, juga menawarkan keindahan alam bawah laut berupa terumbu karang dan beragam biota laut lainnya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba

Ia optimistis jika dunia kepariwsataan Muna dikelola secara baik dan dipromosikan ke berbagai daerah, baik dalam maupun luar negeri, maka daerah ini bisa menjadi pilihan untuk berlibur. Pada saat yang sama, akan muncul banyak investor yang berminat mengelola dan mengembangkan berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki Muna, terutama sumber daya perikanan, peternakan dan perkebunan.

“Potensi sumber daya alam seperti perkebunan, perikanan dan peternakan, menjadikan kesejahteraan masyarakat. Bila dikembangkan dan dikelola dengan baik, berbagai potensi sumber daya alam tersebut bukan hanya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna melainkan juga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Rusman.

PHRI Bantu

Perkelahian kuda, bagian dari wisata budaya di Muna. (Ist)

Ketua PHRI Sultra, Hugua memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Muna yang memberi perhatian serius bagi pengembangan industri pariwisata di daerah tersebut. “Kami pengurus PHRI sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Muna yang ingin menggenjot pembangunan industri pariwisata. Bila diperlukan, kami siap berkontribusi membangun infrastruktur pendukung kepariwisataan seperti hotel dan restoran,” kata Hugua.

Mampukah semangat mai te Wuna mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan di Muna dan pertumbuhan ekonomi daerah itu secara keseluruhan, waktulah yang akan menjawabnya kelak. Hal yang terang, Ketua DPRD Kabupaten Muna, Mukmin Naini, mendukung penuh upaya bupati setempat yang memberi perhatian khusus bagi pengembangan industri pariwisata.

“Kami berharap kebijakan bupati yang memberi prioritas pengembangan pariwisata ini, bisa membawa kemajuan bagi masyarakat Muna,” ujarnya. (Agus Sana’a)