Kemendikbud dan Astra Apresiasi “SMK Link and Match”

Kemendikbud dan Astra Apresiasi “SMK Link and Match”

Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusumo Seta memberikan hadiah kepada para SMK terpilih, pada acara Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten, Kamis (6/12), di Jakarta.[SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Sebanyak 135 sekolah menengah kejuruan (SMK) mengupayakan kerja sama dengan dunia industri melalui Program SMK Link and Match. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Sejumlah sekolah berhasil menjalankan program ini.

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan hal ini, di Jakarta, Jumat (7/12).

“Pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan kejuruan, salah satunya dengan menggandeng pihak swasta, PT Astra Internasional Tbk,” demikian keterangan Kementerian.

Kerja sama dengan pihak swasta tersebut dengan cara memberikan penghargaan atau anugerah kepada sekolah-sekolah yang berhasil menjalankan program SMK Link and Match bekerja sama dengan industri nasional. BKLM menjelaskan, program yang diikuti 178 program/jurusan dari 135 SMK tersebut berhasil memilih enam finalis terbaik.

“Hari ini kita membuktikan bahwa SMK kita itu menunjukkan prestasi yang luar biasa dan lebih penting lagi, sekarang ini eranya dunia usaha. Dunia industri sudah tidak ragu lagi untuk masuk membantu SMK kita,” kata Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusumo Seta, pada acara Apresiasi SMK Link and Match Industri Unggulan dan Kompeten, Kamis (6/12), di Jakarta.

Keenam pemenang tersebut adalah SMK Mitra Industri MM2100, binaan PT Astra Honda Motor; SMK Muhammadiyah Kajen, binaan PT Astra Daihatsu Motor; SMK Tunas Harapan Pati, binaan PT TMMIN dan Yayasan Toyota Astra; SMKN 1 Kawali, binaan PT Skyline Semesta; SMKN 26 Jakarta, binaan PT PLN (Persero), dan; SMKN 1 Grati, binaan PT Super Unggas Jaya.

Tiga Peran Dunia Industri
Para pemenang mendapatkan hadiah bantuan pemerintah berupa pengembangan SMK Berbasis Industri dan Keunggulan Wilayah, masing-masing senilai Rp 150 juta. Selain itu, PT Astra selaku mitra pemerintah juga memberikan hadiah berupa uang tunai sebesar total Rp90 juta untuk keenam pemenang.

Kategori Otomotif binaan Grup Astra dimenangkan oleh SMK Tunas Harapan Pati, binaan PT TMMIN dan Yayasan Toyota Astra untuk jurusan Teknik Kendaraan Otomotif. Sedangkan Kategori Umum, dimenangkan SMKN 1 Grati, binaan PT Super Unggas Jaya untuk jurusan Agribisnis Ternak Unggas.

Selain sebagai ajang apresiasi, bersamaan dengan kegiatan ini juga diselenggarakan seminar untuk insan pendidikan SMK se-Indonesia. Tema seminar ini adalah Sinergi Multistakeholder untuk Memajukan SMK di Indonesia. Seminar ini bertujuan memberikan inspirasi bagi peserta yang hadir.

“Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi juara-juaranya,” kata Ananto.

Menurut Ananto ada tiga hal yang harus diperankan dunia industri untuk mendorong pengembangan SMK. Pertama, dunia industri bisa menjadi tempat akses marketing lulusan SMK. Kedua, dunia industri juga bisa menjadi tempat akses resources sumber daya seperti keuangan, dan pembangunan infrastruktur. Ketiga, industri juga bisa menjadi tempat akses untuk sumber ilmu dan keterampilan.

“Revitalisasi SMK difokuskan untuk membantu kebutuhan industri di Indonesia, juga untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia yang berkualitas, serta menjadikan murid-murid SMK siap terjun langsung ke dunia usaha dan dunia industri. Kerja sama dengan dunia usaha dan industri adalah jantung utamanya, dengan kerja sama tersebut kurikulum di SMK bisa dibuat sejalan dengan dunia usaha dan industri,” tutur Ananto.

Raih Berbagai Prestasi
Deputy Head of Environment and Social Responsibility Division, PT Astra International Tbk, Diah Febrianti, mengatakan bahwa program CSR Astra di bidang pembinaan SMK dilakukan dalam rangka membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan SMK di Indonesia. Menurutnya, program tersebut sekaligus juga untuk mendukung Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Astra telah membina 1.329 SMK di Indonesia dalam skema program SMK Link & Match Industri. Beberapa di antaranya telah meraih berbagai prestasi, salah satunya dalam kompetisi LKS Nasional dan World Skill di tingkat dunia. Pada tahun 2018 ini, Astra bersinergi dengan Kemendikbud telah mengembangankan instrumen platform program pembinaan SMK Link and Match dengan Industri,” terang Diah.

Ananto menyampaikan apresiasi kepada PT Astra International Tbk, beserta anak usahanya, yang telah memberikan atensi, dan menjadikan pengembangan SMK sebagai langkah strategis perusahaan dalam membangun SDM yang berkualitas.

”Kami ucapkan terima kasih kepada dunia usaha dan dunia industri yang telah berkomitmen membantu SMK kita, dan juga kepada Ibu dan Bapak guru SMK. Semoga hari ini menjadi bagian dari sejarah kita mendorong kemajuan SMK,” kata Ananto. (whm/sp)