Kemendagri Melalui Bina Pemerintahan Desa, Kucurkan Dana Perbaiki Kantor Desa Akibat...

Kemendagri Melalui Bina Pemerintahan Desa, Kucurkan Dana Perbaiki Kantor Desa Akibat Stunami

SHNet, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui  Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Drs Nata Irawan mengatakan, akan memberikan bantuan  untuk renovasi kantor Desa yang terkena musibah baik itu musibah gempa bumi maupun stunami dan banjir yang belakangan ini terjadi di beberap daerah di Indonesia.

Bantuan untuk renovasi Kantor Desa itu, akan diberikan melalui rekening Desa yang ada dan setiap Desa akan mendapatkan Rp 50 juta.

” Bantuan Desa sebesar Rp 50 juta itu akan diberikan melalui rekening desa yang sudah ada. Dana itu bisa digunakan tiap desa untuk memperbaiki kantor yang rusak, atau setidaknya untuk mendirikan posko sementara agar roda pemerintahan di desa tetap berjalan,” ujar Nata Irawan dalam laporan akhir tahun di Kantor Kemendagri Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).

Kembali dijelaskan Dirjen Bina Pemerintahan Desa, sudah tercatat ada sebanyak 7 kantor desa di kawasan Pandeglang  yang rusak akibat terjadinya stunami di Anyer hingga pesisir Lampung. Dimana nantinya, akan segera di kirim bantuan dana desa ke daerah Pandeglang sebedar Rp 50 juta.

“Besok itu supaya kita memastikan pemerintahnya jalan bagi desa-desa yang rusak kami siapkan dananya Rp 50 juta untuk segera mendirikan poskonya,” katanya.

Menurut Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo seperti dijelaskan oleh Nata Irawan, Kemendagri akan membuat posko di Kecamatan-Kecamatan yang jauh dengan tujuan untuk.memberikan bantuan para Camat untuk mengidentifikasi warganya. Dimana nantinya para Praja IPDN di Cilandak akan diturunkan untuk membantu pendataan para korba  bencana.

Selain membantu dalam bentuk dana, Bina Pemerintahan Desa juga telah membuat 3 posko untuk melayani masyarakat dalam pembuatan dokumen yang kemungkinan hilang akibat tsunami, seperti e-KTP atau akta kematian bagi yang meninggal dunia.

“Untuk bencana hari pertama kami sudah turun membuat posko di Pemda Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya lagi.
Tak hanya melayani pembuatan dokumen yang hilang, ketiga posko tersebut juga didirikan untuk membantu proses identifikasi korban tsunami. Sejauh ini yang tercatat korban stunami di kawasan Pandeglang dan Anyer hingga pesisir Lampung ada sebanyak 430 orang yang meninggal dunia, 1.495 luka-luka dan 159 orang yang belim diketemukan. (Maya Han)