Jokowi Selesaikan 616 Km Jalan Tol Trans Jawa dalam Empa Tahun

Jokowi Selesaikan 616 Km Jalan Tol Trans Jawa dalam Empa Tahun

Ist

SHNet, SURABAYA – Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menyelesaikan 616 km tol Tans Jawa dalam empat tahun dari total 1.150 km Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak – Banyuwangi.

Dengan tambahan 616 km tersebut, kini jalan tol Merak hingga Grati, Pasuruan sepanjang 933 km sudah tersambung. Sementara Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 Km ditargetkan beroperasi pada tahun 2021 mendatang. Progres tersebut melengkapi ruas-ruas jalan tol Trans Jawa yang telah beroperasi pada masa sebelumnya, yakni pada kurun 1978 hingga 2004 sepanjang 242 Km serta pada kurun 2005 hingga 2014 sepanjang 75 km.

Tujuh ruas tol terbaru diresmikan oleh Presiden Jokowi di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Kamis (20/12/2018). Peresmian dilakukan di dua tempat, yakni empat ruas tol yang berada di Jatim dilakukan di Simpang Susun (SS) Bandar, di KM 671 Jalan Tol Jombang-Mojokerto dan tiga ruas tol di Jawa Tengah dilakukan di Jembatan Kali Kuto, yang menjadi ikon ruas Tol Batang-Semarang.

“Dengan diresmikannya jalan tol di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut, maka jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya sudah tersambung,” kata Jokowi usai meresmikan 4 ruas tol di Jawa Timur yang berlangsung di SS Bandar. Usai peresmian, Presiden Jokowi dan rombongan menuju lokasi peresmian kedua di Jembatan Kali Kuto melewati Tol Trans Jawa menggunakan bus.  Ia didampingi oleh Ibu Negara, Iriana Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Jokowi berharap dengan selesai dan tersambungnya jalan tol dari Jakarta – Grati  akan lebih memudahkan masyarakat untuk memiliki alternatif jalur transportasi darat yang lebih cepat dan lebih murah, disamping jalan nasional antar provinsi yang sudah ada. Kehadiran jalan tol segera diintegrasikan dengan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), maupun kawasan-kawasan wisata yang ada di sisi jalan tol.

“Saya mendapat laporan dari Gubernur Jawa Timur, bahwa setelah adanya jalan tol, kawasan industri di Kabupaten Ngawi semakin meningkatkan minat para calon investornya. Sebab dari sisi lahan dan juga dari sisi ketanagakerjaan masih kompetitif,” katanya.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, merasa perlu menyampaikan terima kasih kepada seluruh kementerian/lembaga yang telah bekerjasama dengan sangat baik selama proses pembangunan ruas-ruas tol Trans Jawa.  Menurutnya, tanpa bantuan dan kerja sama berbagai pihak, sulit mewujukan tol Trans Jawa.

Ia mencontgohkan Kementerian BUMN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, TNI, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri yang telah mengerahkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah (TP4P dan TP4D), Pemerintah Provinsi beserta Pemerintah Kabupaten/Kota terkait, para Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), BUMN Karya dan Swasta Nasional.

“Demikian pula kepada seluruh lapisan masyarakat yang terkena jalur tol ini, kami haturkan beribu terima kasih atas kerjasama dan dukungannya,” kata Basuki. Dengan dibukanya tujuh ruas tersebut akan memperlancar arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. “Tujuh ruas tol yang baru diresmikan akan dikenakan tarif Rp 0,-  hingga berakhirnya libur tahun baru 2019,” kata Basuki.

Keempat ruas tol di Jawa Timur yang diresmikan sepanjang total panjang 59 Km antara lain Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono (38 km), Jombang-Mojokerto seksi Bandar-Kertosono (1 km), Gempol-Pasuruan seksi 3 Pasuruan-Grati (14 km) dan Surabaya-Gempol seksi relokasi Porong-Gempol (6 km).

Sementara di Provinsi Jawa Tengah total panjang tol yang diresmikan sepanjang 142 Km yakni ruas Tol Pemalang-Batang segmen SS Pemalang-Paserakan (34 Km), Batang-Semarang (75 Km), dan Semarang – Solo segmen Salatiga-Kartasura (33 Km).