Hak Rakyat Timport Untuk Merdeka Ditegaskan Kembali

Resolusi Di PBB

Hak Rakyat Timport Untuk Merdeka Ditegaskan Kembali

PBB (New York), 4 Desember 1974 – Indonesia menyerukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) hari Rabu untuk bekerjasama dengan Portugal dengan tujuan menjamin hak rakyat Timor Portugal untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri.

Drs. Anwar Sani, wakil tetap Indonesia di PBB telah berbicara tentang sebuah resolusi yang diajukan dalam sidang Panitia PBB mengeni wilayah terjajah oleh Malaysia.

Selain oleh Malaysia, resolusi itu disponsori oleh Australia, Fiji, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, Filipina dan Muangthai.
Resolusi itu jika disetujui akan mengantar Majelis Umum PBB untuk menyatakan bahwa pembicaraan antar partai politik di Timor Portugis dan Portugal akan mengakhiri perjuangan politik di wilayah tersebut dan mengantar kearah terlaksananya dengan tertib hak menentukan nasib sendiri.

Anwar Sani mengatakan, pemerintah Indonesia menginginkan agar PBB, terutama Panitia khusus PBB mengenai dokolonisasi, melanjutkan kerjasamanya dengan pemerintah Portugal.
Ia mengatakan “pembentukan suatu misi dari panitia khusus tersebut untuk berkunjung ke Timor Portugis hendaknya dipertimbangkan pada waktu yang tepat”.

Sani menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat menyesalkan tindakan sepihak Fretelin yang telah mengeluarkan apa yang disebutnya “Pernyataan Kemerdekaan Timor Timur” pada tanggal 28 November yang lalu.
Sebagai suatu jawaban yang wajar, demikian Anwar Sani, keempat partai politik lainnya di Timor Portugis pada hari berikutnya bersama-sama telah mengploklamirkan wilayah tersebut sebagai bagian dari Indonesia.

Tak dapat disangkal lagi bahwa rakyat Indonesia menyambut gembira pernyataan penggabungan itu dengan rasa terharu, kata Anwar Sani.
Portugal sudah memberitahukan kepada PBB bahwa negara tersebut kekurangan sarana untuk menertibkan keadaan di Timor Portugis.
Dengan resolusi yag diajukan kepada Panitia Khusus PBB mengenai wilayah terjajah itu, Majelis Umum PBB dikehendaki untuk :

1. Menegaskan kembali hak rakyat Timor Portugis yang tak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri, untuk mendapat kemerdekaan dan kebebasan dan untuk menentukan status politik mereka di masa depan sesuai dengan prinsip Piagam PBB dan Deklarasi mengenai Pemberian Kemerdekaan kepada negara dan rakyat yang masih terjajah.

2. Menyerukan kepada partai politik di Timport untuk menanggapi dengan positif usaha negara yang memegang pemerintahan (Portugal – Red) untuk menentukan suatu penyelesaian secara damai melalui perundingan antara mereka dan pemerintah Portugal.

3. Minta kepada pemerintah Portugal untuk melanjutkan kerjasamanya dengan panitia khusus…..dan mengundang panitia ini untuk mengirim sebuah misi guna berkunjung ke Timport selekas mungkin. (SH/Ant)