Canelo Hajar Fielding, Rebut Sabuk, dan Bidik Lawan Berikutnya

Canelo Hajar Fielding, Rebut Sabuk, dan Bidik Lawan Berikutnya

Canelo vs Fielding / sbnations

SHNet, New York – Juara dunia sejati Kelas Menengah, Saul ‘Canelo’ Alvarez, berhasil merebut sabuk kelas menengah Super WBA (reguler) usai mengakhiri perlawanan juara bertahan Rocky Fielding di ronde ketiga lewat kemenangan TKO di Madison Square Garden, Minggu (16/12) siang WIB. Ini merupakan gelar ketiga dengan kelas berbeda yang diraih Canelo pada badan tinju versi WBA.

Meski tampil sebagai penantang dan punya selisih tinggi badan serta jangkauan di bawah 5 inchi dari Rocky Fielding namun itu bukan suatu halangan bagi bintang kelas menengah itu. Canelo memang terkenal sebagai seorang petinju ‘body-puncher’, senang memukul bagian tubuh lawan dengan hujaman pukulan keras untuk melemahkan nyali para lawan-lawannya. Dan pukulan inilah yang kemudian menjadi senjata maut menghajar Fielding di ronde ketiga.

Menurut catatan CompuBox, Petinju Inggris tersebut harus menerima 35 dari total 73 pukulan yang mendarat ke tubuh sang juara bertahan, dan dari ronde awal hook kiri Canelo mengarah ke badan Rocky sebanyak empat kali yang membuat pemilik rekor tarung (27-2, 15 KO) itu harus terjatuh.

“Itu sebenarnya sudah di rencanakan di latihan, untuk memukul badan lawan lalu bergerak sengit ke atas, dan itulah hasilnya,” ujar Alvarez usai pertandingan. “Kalian lihat hasilnya di sini, saya merasa sangat prima, sangat kuat (di kelas 168 pon), tidak punya masalah dehidrasi untuk menyesuaikan berat badan. Saya merasa prima dan kuat,” tegasnya.

Dihadiri 20.122 penonton yang memadati Madison Square Garden laga ini merupakan yang pertama dari 11 pertarungan petinju Meksiko itu bersama Jaringan Tontonan Berbayar Aplikasi Streaming, DAZN, dengan kontrak sebesar US$ 365 juta. Sabuk dari badan tinju WBA yang direbut dari tangan Rocky Fielding ini sesungguhnya merupakan sabuk yang dilepas oleh pemegang terdahulunya, Genady “GGG’ Golovkin, untuk mengejar pertarungan dengan Canelo dalam laga unifikasi gelar kelas 168 pon badan-badan tinju dunia.

Di pertemuan kedua pada 15 September lalu barulah petinju berusia 28 tahun itu berhasil mengalahkan Golovkin dengan kemenangan angka mayoritas (dua juri), setelah di pertarungan pertama setahun sebelumnya berakhir imbang. Kemenangan atas sabuk juara kelas Menengah Super Reguler WBA tersebut tentu akan memanaskan laga ketiga antara Canelo dan Golovkin yang rencananya akan berlangsung di bulan Mei tahun depan belum lagi ditentukan jadwalnya.

Selain Golovkin, dengan kontrak bernilai ratusan juta dollar serta reputasi sebagai petinju idola papan atas, nama Canelo akan memancing petinju-petinju lain untuk datang mengeruk uang dan mengangkat nama jika berhadapan dengannya. Nama sesama petinju Meksiko, Mikey Garcia akan menentukan siapa yang terbaik di Meksiko. Namun Mikey rencananya akan menantang juara Kelas Welter (139 – 147 pon) IBF, Errol Spence Jr, dulu pada bulan Maret tahun 2019. Artinya masalah penyesuaian berat badan akan membuat pertarungan kedua petinju masih cukup lama, dengan selisih bagi keduanya untuk menyesuaikan berat badan masing-masing.

Jika memungkinkan keduanya akan bertemu di kelas Menengah Ringan (147 – 154 pon), tapi di sana ada beberapa juara yang harus ditaklukkan yakni, Jarret Hurd yang menguasai kelas WBA Super dan IBF, serta petinju muda Meksiko, Jaime Munguia (WBO) dan dua bersaudara Charlo, Jermall dan Jermell. Dan tentu satu nama lagi yang mengintai pundi-pundi pertarungan meski sudah menyatakan pensiun adalah Floyd Mayweather Jr. (TJE)