Budidaya Jahe Dari Desa Ngadirojo

Budidaya Jahe Dari Desa Ngadirojo

SHNet, Jakarta – Desa Ngadirojo yang terletak di dataran tinggi tak hanya mengandalkan pertanian lahan luas sebagai komoditas utama. Wilayah yang selama ini kaya potensi selain sayur dan padi saat ini sedang mengembangkan budidaya tanaman jahe. Jenis jahe yang dikembangkan adalah jahe gajah, jahe kapuk dan jahe emprit.

Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Tanaman jahe akan mudah menyerap air mengingat tanaman rumpang ini sangat membutuhkan air dalam pertumbuhannya. Salah satu warga Desa Ngadirojo yang membudidayakan jahe adalah Wagiman.

Jahe yang diproduksi Wagiman memiliki nilai ekonomi dan nilai jual yang lebih tinggi. ”Setidaknya butuh waktu dua tahun agar pengembangan jahe organik itu bisa disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO).”ujar Wagiman.

Wagimin berharap jahe yang ditanamnya dapat laku dengan harga yang lebih baik lagi. ”Pemupukan juga hanya menggunakan pupuk organik dengan menggunakan pupuk kandang. Proses budidaya yang baik, jujur tidak diberi obat kimia, pasti program ini  akan berhasil.” Ujar Wagimin optimis.

Prospek budidaya jahe organik dinilai cukup baik seiring berkembangnya industri obat-obatan herbal. Saat ini potensi obat herbal cukup baik pemanfaatannya, sehingga banyak dikembangkan tanaman obat-obatan. Wagimin juga mengatakan dalam budidaya tidak menemui kendala yang berarti. (Maya Han)