BLK Kemnaker Tak Kalah Bagus Dengan Punya Taiwan

BLK Kemnaker Tak Kalah Bagus Dengan Punya Taiwan

ist

SHNet, Taiwan – Peningkatan kualitas SDM akan menjadi fokus pemerintah guna menghadapi bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2030, karena saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi yang butuh perlakuan serius dan strategis untuk meningkatkan kompetensi mereka, demikian penjelasan Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri dalam kunjungan kerjanya ke ‘Training Centre’ (Balai Latihan Kerja) di kota Taoyuan, yang menjadi BLK terbesar kedua di Taiwan, Jumat (14/12).

Kunjungan tersebut dilakukan usai penandatanganan MoU pemerintah Indonesia dan Taiwan mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia pada pagi harinya.

Namun Menaker mengakui bahwa peralatan pelatihan di Balai Latihan Kerja di Indonesia tidak kalah bagus, sudah sesuai dengan kebutuhan industri.

“BLK Kemnaker memiliki peralatan yang bagus-bagus juga, sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Menaker Hanif.

ist

Tujuan kunjungan ke training centre ini adalah untuk melihat berbagai kejuruan yang ada, peralatan pelatihan, serta program pelatihan yang mungkin dapat diadopsi oleh pemerintah Indonesia guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Beberapa kejuruan yang dikunjungi Hanif Dhakiri antara lain Kejuruan Memasak, Bakery, Fashion, Barista, dan Mekatronik (paduan ilmu mekanika, elektronik, dan informatika).

Satu hal yang dipelajari Menaker selama melakukan kunjungan adalah bahwa peserta pelatihan di training centre tidak hanya fokus belajar, tetapi kondisi psikologis mereka juga diperhatikan dengan berbagai fasilitas hiburan untuk menyegarkan pikiran usai melakukan pelatihan.

“Tidak hanya fokus belajar, peserta juga diberi berbagai fasilitas hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran mereka usai mengikuti pelatihan di kelas,” kata Hanif.

Selain itu, Menaker juga kagum dengan program pelatihan Bakery yang menghabiskan waktu 600 jam hanya untuk belajar Bakery.

“Artinya harus fokus dan mendetail, sehingga semua bidang dari kejuruan tersebut dipelajari dengan baik. Ini hal bagus yang patut kita contoh dan kembangkan di BLK kita,” lanjutnya.

“Bonus demografi memiliki dua pilihan, berkah atau tantangan. Menjadi berkah kalau kualitas SDMnya sesuai dengan perkembangan zaman, menjadi tantangan jika kurang dipersiapkan secara matang menghadapi perubahan zaman,” ujar Hanif.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan memperbaiki akses dan mutu terhadap pelatihan kerja.

Selain itu, pemerintah juga menggalakkan program triple skilling. “Ada skilling untuk mereka yang ingin mempelajari keterampilan baru, upskilling bagi yang ingin meningkatkan kompetensi, dan reskilling bagi yang ingin merubah keterampilan yang sudah dimiliki,” pungkas Menaker. (**)